Aset BLBI Tommy Soeharto Tidak Laku di Lelang, Ini Penjelasan Kemenkeu

Jumat, 14 Januari 2022 17:00 Reporter : Anggun P. Situmorang
Aset BLBI Tommy Soeharto Tidak Laku di Lelang, Ini Penjelasan Kemenkeu Tommy Soeharto. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah mulai melelang aset Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dalam bentuk tanah pada Rabu (12/1) dengan harga Rp2,4 triliun. Namun aset tersebut tidak laku. Aset atas nama PT Timor Putra Nasional (TPN) itu disita pemerintah terkait utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Direktur Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Tri Wahyuningsih Retno Mulyani membeberkan penyebab tanah tersebut tidak lalu. Pertama, dari sisi kondisi perekonomian saat ini.

"Soal aset Tommy Soeharto yang nggak laku, kita sadari bersama bahwa kondisi saat ini perekonomian seperti apa, itu mungkin jadi salah satu faktor karena aset ini kan berupa tanah," kata Tri dalam diskusi daring, Jakarta, Jumat (14/1).

Tri mengatakan, orang membeli tanah pasti untuk investasi. Setidaknya, ada pikiran untuk investasi di saat sekarang apakah akan menguntungkan beberapa tahun ke depan. "Itu mungkin jadi pertimbangan kenapa tidak ada peminat atau yang menyetorkan jaminan pada saat lelang kemarin," katanya.

Tri juga menampik bahwa lelang tanah ini tidak laku akibat masyarakat takut membeli. "Kalau soal pembeli takut, karena saya bukan pembeli pasti nggak bisa bilang takut atau enggak," katanya.

2 dari 2 halaman

Lelang Diselenggarakan oleh Negara

Tri meyakinkan, lelang aset BLBI ini dilakukan oleh negara melalui serangkaian proses yang diatur oleh negara. Sejumlah persyaratan lelang pun dipastikan ada, seperti halnya sertifikat.

"Legalitasnya salah satunya sertifikat, tentunya kita sudah punya sertifikat karena yang paling urgent untuk melaksanakan lelang adalah bukti kepemilikan sama yang melelang itu berhak tidak," katanya.

Dia menambahkan, adapun tujuan dari pelelangan aset ini adalah mengembalikan kerugian negara selama bertahun-tahun ini.

"Semua orang tahu bahwa ini dalam konteks untuk mengembalikan uang kepada negara. Pasti yang meminta lelang itu adalah berkapasitas," tandasnya. [idr]

Baca juga:
Bos Grup Texmaco Gugat Pemerintah Ke Pengadilan Soal Utang BLBI
Mahfud MD: Obligor BLBI di Singapura Serahkan 120 Sertifikat Tanah
Buat Regulasi Baru, Satgas BLBI Ingin Bisa Sita Barang Obligor Nakal
Kasus Dugaan Penggelapan Aset BLBI di Karawaci Tangerang Naik Penyidikan
Mahfud Soal Utang BLBI Keluarga Cendana: Mudah-mudahan Tak Gunakan Nama Lain
Soal Utang BLBI, Mahfud MD Sebut Ada 44 Nama akan Dikejar

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini