APTRI: HET gula Rp 12.500 per Kg miskinkan petani

Rabu, 2 Agustus 2017 13:44 Reporter : Idris Rusadi Putra
APTRI: HET gula Rp 12.500 per Kg miskinkan petani Gula. agro.kemenperin.go.id

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beberapa komoditas pangan. Seperti harga eceran tertinggi gula yaitu Rp 12.500 per kilogram (Kg), minyak goreng dalam kemasan sederhana Rp 11.000 per liter, dan daging beku Rp 80.000 per Kg.

Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) tak setuju dengan kebijakan Kemendag tersebut. Menurut mereka, kebijakan ini merugikan dan memiskinkan petani tebu.

Ketua Umum DPN APTRI, Soemitro Samadikoen menegaskan, pihak petani tebu dirugikan atas Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor: 27/M-DAG/PER/5/2017 yang menetapkan harga acuan gula tani (HPP) Rp 9.100 per Kg dan HET gula di tingkat konsumen Rp 12.500 per Kg.

"Harga yang diatur dalam Permendag ini merugikan petani karena harga acuan gula tani (HPP) masih di bawah Biaya Pokok Produksi (BPP) sebesar Rp 10.600 per Kg, sedangkan HPP idealnya harus di atas BPP," ujar Soemitro di Jakarta, Rabu (2/8).

Petani keberatan atas pemberlakuan harga eceran tertinggi (HET) gula di pasar atau retail yang dibatasi Rp 12.500 per Kg. Sebab pada kenyataannya pedagang menekan harga beli gula petani pada harga di bawah Rp 10.000 per Kg (di bawah biaya produksi), sehingga harga gula petani bisa turun sampai Rp 9.100 per Kg.

"Harga eceran tertinggi (HET) harus di atas HPP. Jadi jelas sekali bahwa dengan besaran HPP dan HET yang ada saat merugikan petani," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan, untuk HET mulai berlaku dari 10 April dan nantinya akan di evaluasi pada September 2017. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh pasar di Indonesia termasuk pasar tradisional dan pasar ritel modern.

"Ya jadi kemarin kita meninjau ke pasar ritel moderen untuk tiga bahan pokok. Untuk gula Rp 12.500, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000 dan daging Rp 80.000 maksimal ini seluruh di pasar ritel modern, di Jayapura juga harganya sama dan di Jakarta juga harganya segitu sudah baik," katanya di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (13/4).

Bahkan khusus untuk gula, Enggar meminta untuk gula dengan merek tertentu juga harus mengikuti ketentuan HET yang ada. Sebab, penetapan harga sudah disepakati dengan Aprindo.

"Ada kesepakatan perjanjian HET yaitu gula mau merek apapun maksimal Rp 12.500 di seluruh ritel modern," tutupnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. HPP Gula
  2. Gula
  3. Kemendag
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini