April 2020, Uang Beredar Tumbuh Lebih Rendah Capai 8,6 Persen

Rabu, 3 Juni 2020 12:24 Reporter : Siti Nur Azzura
April 2020, Uang Beredar Tumbuh Lebih Rendah Capai 8,6 Persen Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada April 2020 berada di posisi Rp6.238,3 triliun atau tumbuh melambat 8,6 persen (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,1 persen (yoy).

"Perlambatan pertumbuhan M2 tersebut disebabkan oleh perlambatan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko, dikutip Antara, Rabu (3/6).

Onny menjelaskan, M1 tumbuh melambat dari 15,4 persen (yoy) pada Maret 2020 menjadi 8,4 persen (yoy) pada April 2020 disebabkan oleh perlambatan giro rupiah. Selain itu, uang kuasi pada April 2020 tumbuh melambat, dari 10,8 persen (yoy) pada Maret 2020 menjadi 8,5 persen (yoy).

Perlambatan juga terjadi pada surat berharga selain saham, dari 44,6 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 20,6 persen (yoy) pada April 2020.

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 pada April 2020 disebabkan oleh kontraksi operasi keuangan pemerintah dan perlambatan penyaluran kredit.

Tagihan bersih kepada pemerintah pusat melambat, dari 14,5 persen (yoy) pada Maret 2020 menjadi 1,7 persen (yoy). Penyaluran kredit juga mengalami perlambatan pada April 2020, dari 7,2 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 4,9 persen (yoy).

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih pada April 2020 tumbuh sebesar 15,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2020 sebesar 13,9 persen (yoy), sehingga menahan perlambatan uang beredar.

1 dari 1 halaman

Uang Beredar di Maret 2020

di maret 2020

Bank Indonesia (BI) melaporkan terjadi peningkatan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada bulan Maret 2020. Saat ini posisi M2 tercatat Rp6.440,5 triliun. Terjadi pertumbuhan sebesar 12,1 persen (yoy) dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,9 persen (yoy).

"Posisi M2 tercatat Rp6.440,5 triliun pada Maret 2020 atau tumbuh 12,1 persen (yoy)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Wijanarko, dalam keterangan pers, Jakarta, Kamis (30/4).

Onny melanjutkan akselerasi pertumbuhan M2 disebabkan oleh peningkatan seluruh komponennya. Baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham.

Pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) meningkat dari bulan sebelumnya. Pada bulan Februari 2020 tercatat pertumbuhan M1 sebesar 8,6 persen (yoy). Lalu terjadi peningkatan di Maret 2020 sebesar 15,4 persen (yoy). Peningkatan ini disebabkan oleh pertumbuhan giro Rupiah.

Sementara itu, pertumbuhan uang kuasi pada Maret 2020 meningkat, dari 7,5 persen (yoy) pada Februari 2020 menjadi 10,8 persen (yoy). Peningkatan ini terjadi pada pertumbuhan surat berharga selain saham, dari 34,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 44,6 persen (yoy) pada Maret 2020. [azz]

Baca juga:
Ada Kerusuhan di AS, Rupiah Menguat ke Level Rp14.460 per USD
RI Siap Sambut Kenormalan Baru, Rupiah Ditutup Menguat di Rp 14.610 per USD
Sempat Melemah, Rupiah Bergerak Menguat di Level Rp14.657 per USD
Gubernur BI Catat Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp14.670 per USD
Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD Diprediksi Melemah
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.755 per USD

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini