AP II: Pegipegi Dapat Hak Penamaan di Belakang Nama Terminal 1, Traveloka Terminal 2

Minggu, 15 September 2019 21:00 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
AP II: Pegipegi Dapat Hak Penamaan di Belakang Nama Terminal 1, Traveloka Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. ©jetphotos.net

Merdeka.com - PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjalin kerjasama co-branding dengan Pegipegi dan Traveloka. Kerjasama co-branding dengan Pegipegi dilakukan di Terminal 1 dan Traveloka di Terminal 2. Adapun kerjasama co-branding ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh bandara yang berada di bawah pengelolaan Angkasa Pura II.

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, mengatakan kerjasama co-branding dengan Pegipegi dan Traveloka berlangsung untuk periode tertentu serta hanya terkait aspek komersial, bukan operasional. Ini artinya seluruh kegiatan operasional bandara dan kewenangannya tetap melekat di Angkasa Pura II.

Agus Haryadi mengatakan, kerjasama co-branding ini dapat semakin memperkuat brand equity dari masing-masing pihak. "Kerjasama ini hanya pada aspek komersial di terminal, sementara keseluruhan operasional terminal sepenuhnya masih di bawah Angkasa Pura II," jelas Agus Haryadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (15/9).

"Masing-masing pihak yakni Soekarno-Hatta, Pegipegi dan Traveloka memiliki nama besar, dan kami yakin kerjasama ini akan saling menguntungkan bagi seluruh pihak termasuk para penumpang pesawat," jelas Agus Haryadi.

Melalui kerjasama ini, Pegipegi dan Traveloka dapat memanfaatkan ruang komersial di terminal untuk memperkenalkan produknya dengan tentu saja terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Angkasa Pura II.

"Pegipegi dan Traveloka dapat memanfaatkan 80 persen dari ruang komersial yang ada di terminal. Kerjasama ini juga tidak berdampak pada berubahnya nama terminal, hanya saja Pegipegi dan Traveloka memiliki hak penamaan di belakang nama terminal untuk dicantumkan misalnya di signage," ujar Agus Haryadi.

Agus Haryadi mengatakan model kerja sama co-branding seperti ini sudah lazim diterapkan di sektor pelayanan publik terutama di luar negeri. Di dalam negeripun sudah ada kerjasama serupa. "Ya memang kalau di Indonesia belum banyak, dan ini masih tergolong baru, tapi setidaknya sudah ada beberapa tempat di Jakarta."

"Strategi co-branding ini merupakan salah satu upaya kami dalam memanfaatkan aset secara maksimal untuk meningkatkan brand equity dan turut berkontribusi dalam peningkatan pendapatan," jelas Agus Haryadi.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bandara tersibuk dan terbesar di Indonesia. Jumlah terminal penumpang pesawat di bandara ini mencapai 3 terminal dengan pergerakan penumpang 60-70 juta orang setiap tahunnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini