Antisipasi Krisis Ekonomi, BUMN Diminta Giat Cari Peluang Bisnis

Senin, 30 September 2019 16:52 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Antisipasi Krisis Ekonomi, BUMN Diminta Giat Cari Peluang Bisnis gedung BUMN. wordpress.com

Merdeka.com - Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mendorong BUMN untuk terus mencari peluang bisnis. Hal ini sebagai salah satu bentuk antisipasi terhadap ancaman resesi ekonomi atau krisis ekonomi.

"Mengantisipasi resesi, kita harus mencari peluang bisnis yang ada sehingga pertumbuhan ekonomi juga bisa kita pertahankan," kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (30/9).

Dia menegaskan, perusahaan pelat merah perlu memperkuat kolaborasi untuk mencapai target-target bisnis. Dengan demikian, kerja BUMN dapat lebih mudah.

"Sinergi yang ada hari ini karena kebutuhan bukan karena kita paksakan. Jadi merasa bersinergi itu mempermudah, bisa mencapai target yang bisa diharapkan tanpa susah payah, dan saling win-win solution. Ini yang kita harapkan," ujar dia.

Selain itu, akan makin banyak peluang usaha yang dapat digarap bersama. "Kami senang semuanya bersinergi. Banyak ruang yang bisa kita masuki," tegasnya.

"Nanti juga dengan (kolaborasi dengan) swasta kita harus, hari ini yang BUMN incorporated menjadi Indonesia incorporated," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Strategi Pemerintah

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyebut bahwa Indonesia telah memiliki anggaran yang solid untuk mengantisipasi potensi resesi ekonomi dunia di 2020. Penganggaran yang solid dilakukan dengan merancang APBN yang rasional.

"Ya kita pada intinya harus punya anggaran yang solid untuk mengantisipasi potensi resesi dunia 2020, karena itu targetnya dibuat serasional mungkin," ujar Bambang saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (24/9).

Dalam RAPBN 2020, pemerintah juga sudah menyiapkan pengalokasian anggaran untuk pencegahan dampak terburuk dari resesi. Adapun resesi adalah kemerosotan pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal berturut-turut dalam satu tahun.

"Alokasi penganggarannya pun dibuat dengan upaya untuk mencegah dampak terburuk resesi yang kemungkinan terjadi di 2020," jelas Bambang.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ekonomi global telah mengalami perlambatan dan kemungkinan terjadinya resesi akan semakin besar. Untuk itu, dia meminta jajaran menterinya membuat langkah-langkah antisipasi dalam menghadapi krisis ekonomi.

"Payung harus kita siapkan, kalau hujannya besar, kita enggak kehujanan. Kalau gerimis kita enggak kehujanan," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas antisipasi perkembangan perekonomian di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (4/9).

Menurutnya, dampak krisis ekonomi global sudah terjadi di beberapa negara. Contohnya, mata uang yuan dan peso yang mengalami depresiasi. Sehingga, pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah konkret untuk mengantisipasi dampak resesi.

"Tantangan itu harus kita antisipasi, hadapi, dan kita harapkan, langkah-langkah antisipatif sudah benar-benar konkret kita siapkan dan berharap, perlambatan pertumbuhan ekonomi dan dampak dari resesi bisa kita hindarkan," ucapnya. [idr]

Baca juga:
Pengusaha Butuh Pemerintah Antisipasi Potensi Krisis Ekonomi
Pengusaha Sambut Baik Omnibus Law, Antisipasi Potensi Krisis Global
BI Akui Indonesia Sudah Terdampak Pelemahan Ekonomi Global
Ibu Kota Baru di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi dan Kepungan Asap
Pemerintah Tetap Pindahkan Ibu Kota Meski Ada Ancaman Resesi Ekonomi
Tahun Depan, Pemerintah Siapkan Rp2 Triliun dan Undang Swasta Bangun Ibu Kota Baru

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini