Antisipasi Kerugian, Agen Perjalanan Perbanyak Jual Tiket Luar Negeri

Rabu, 15 Mei 2019 13:22 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Antisipasi Kerugian, Agen Perjalanan Perbanyak Jual Tiket Luar Negeri Ilustrasi pesawat. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Oscar Moncho

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), Rudiana mengatakan pihaknya telah memikirkan strategi bisnis untuk menghadapi mahalnya harga tiket rute domestik. Salah satunya dengan beralih pada penjualan tiket pesawat rute luar negeri.

"Ya. Tapi travel agent itu kan shifting. Jadi kita pindah dari dalam negeri ke luar negeri. Ramai-ramai kita bikin paket ke luar negeri nantinya," kata dia ketika dihubungi Merdeka.com, Rabu (15/5).

Dia mengatakan bahwa harga tiket pesawat rute luar negeri jauh lebih murah dibandingkan rute domestik. Secara bisnis, tentu penjualan tiket ke luar negeri bakal lebih menjanjikan. "Contoh yang paling gampang saja. Ke Manado itu Rp6,5 juta, pergi-pulang. Tapi kalau ke Jepang Rp5,3-5,5 juta. Harga segitu," jelas dia.

"Nah. Pilih mana? Pilih ke Manado atau ke Jepang. Sudah lebih murah, lebih jauh terbangnya, gengsi lebih besar. Jadi kita harus berpikir panjang. Satu jalan saja ke Manado Rp3,2 LCC-nya. Pulang-pergi Rp6,4, Jepang Rp5,5. Mau adu bagaimana? Tidak gigit," lanjut Rudiana.

Pihaknya pun melihat adanya perpindahan penggunaan moda transportasi untuk mudik lebaran kali ini. Terpantau, masyarakat lebih memilih beralih menggunakan moda transportasi darat.

"Kenapa (pindah)? Kalau satu orang saja naik (pesawat) tidak apa-apa. Tapi kalau 4 sampai 5 orang, dikalikan tambah banyak dong. Kalau beda cuma Rp500.000 untuk keseluruhan tidak apa-apa tapi, kalau per orang beda Rp600-700 ribu kali lima Rp3,5 juta dia naik mobil untuk bensin sama tol cukup dan berbahagia," ungkapnya.

Rudiana menyampaikan bahwa kenaikan harga tiket pesawat sudah terjadi sejak November tahun 2018. Kenaikan tiket, diakuinya bisa mencapai 100 persen dari harga sebelumnya.

"Waktu dia (tiket) naik orang pikir high season kan. Biasanya harga naik. Naiknya bisa sampai 100 persen dari sebelumnya. Contohnya, Jakarta-Surabaya Rp750.000 sudah dapat satu jalan ya. Sekarang kan Rp1,9 juta. Sudah berapa (kenaikannya)? Dua kali lipat minimal, lebih malah. Itu apa bisa ditoleransi," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini