Antisipasi Ganjil-Genap Asian Games, Kemenhub Siapkan Jalur Khusus Kendaraan Logistik

Kamis, 18 Juli 2019 17:06 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Antisipasi Ganjil-Genap Asian Games, Kemenhub Siapkan Jalur Khusus Kendaraan Logistik Ilustrasi kemacetan. Thrillist.com

Merdeka.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi tengah mengkaji pembuatan jalur khusus kendaraan logistik di jalan nasional. Dalam merumuskan kebijakan ini, Kemenhub bekerja sama dengan Kementerian PUPR.

Menurut dia, kajian ini berkaitan dengan rencana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memberlakukan lagi sistem ganjil genap seperti pada perhelatan Asian Games. Diketahui, saat itu, sistem ganjil genap berlaku mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB dari Senin sampai Jumat kecuali hari libur.

"Ini sekarang lagi saya survei. Untuk kita mengusulkan pada PU ada jalur khusus yang memang hanya dilalui oleh kendaraan logistik," kata dia saat ditemui di di sela-sela pameran 'GIIAS 2019', di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (18/7).

Dia mengakui bahwa sistem ganjil genap merupakan wewenang BPTJ. Namun pihaknya berupaya untuk mengakomodasi kepentingan para pelaku industri logistik yang bakal terhambat bisnisnya dengan pengaturan tersebut.

"Kalau saya lihat dari asosiasi logistik kendaraan barang mereka butuh semacam kemudahan. Karena pada saat situasi seperti sekarang ini, tidak lebaran dan sebagainya itu kan pergerakan ekonomi harus lebih cepat," ujar dia.

"Salah satunya mereka meminta kepada kita, pada Pak Menteri, untuk ada semacam reward yang diberikan kepada mereka apakah jalur khusus atau apa nanti sedang kita lakukan kajian," imbuhnya.

Dengan demikian, pelaku usaha logistik dapat menjalankan bisnis dengan lancar sehingga dapat mendorong distribusi barang lebih cepat dan efisien.

"Harus ada pergerakan logistik yang cepat kan. Apalagi antara satu kawasan dengan kawasan lain. Itu pasti saling memberi dukungan. Ternyata antara kawasan industri itu nggak ada akses yang khusus. Mereka menggunakan jalan tol. Ini kemudian menjadi tidak efisien," tandasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini