Anggota DPR: Proses Vaksinasi Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

Selasa, 4 Mei 2021 15:30 Reporter : Merdeka
Anggota DPR: Proses Vaksinasi Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional vaksin covid-19. ©REUTERS/Thomas Peter/File Photo

Merdeka.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyebut bahwa tren pemulihan ekonomi nasional Indonesia saat ini sudah mulai membaik. Hal itu seiring dengan proses vaksinasi yang telah dan terus dilakukan pemerintah kepada masyarakat Indonesia.

"Salah satu penyebab utama dari krisis kita saat ini adalah pandemi, dan pandemi inilah sebenarnya yang harus kita tangani dulu. Dan saya bersyukur pemerintah dalam perjalanan setahun kita itu menghadapi pandemi ini sudah mulai kelihatan trennya," kata Misbakhun dalam Webinar Menakar Efektivitas Stimulus Ekonomi, Selasa (4/5).

Bahkan katanya, sekarang pemerintah melakukan upaya yang sangat serius dalam penanganan pandemi, baik dari sisi kesehatan, sosial, dan ekonomi. Untuk kesehatan, Indonesia dinilai cepat dalam melakukan vaksinasi.

"Sudah mulai kita rasakan saat ini kita masuk negara 10 besar yang vaksinasinya itu berjalan dengan sangat signifikan. Indonesia persentasenya itu sudah masuk kepada peringkat kesembilan, 17 juta rakyat Indonesia sudah dilakukan upaya vaksinasi," ujarnya.

Menurut Misbakhun, penanggulangan di sisi kesehatan menjadi kunci utama untuk pemulihan ekonomi. Diharapkan setelah vaksinasi menyeluruh, masyarakat masih tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah terjadinya gelombang covid-19.

"Kita lihat di Indonesia target vaksinasi ada 181 juta. kalau sudah 181 juta ini kita harapkan bisa ketemu herd immunity," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Tujuan Vaksinasi

Misbakhun berpendapat, tujuan vaksinasi adalah mendorong masyarakat agar percaya diri kembali dan berani bersosialisasi. Dengan bersosialisasi secara otomatis tingkat konsumsi masyarakat juga akan meningkat.

"Dengan bersosialisasi masyarakat mempunyai keberanian untuk melakukan konsumsi dan kemudian mengalirnya sektor riil dan menjadi salah satu kunci utama kita untuk kemudian melakukan normalisasi. Kalau kita lihat dari tren sebenarnya konsumsi masyarakat mulai naik," ungkapnya.

Konsumsi masyarakat mulai naik ini merupakan hasil upaya pemerintah dalam menyalurkan berbagai stimulus, misalnya stimulus bantuan sosial, di bidang kesehatan, korporasi, stimulus untuk bidang fiskal perpajakan hingga stimulus transfer daerah.

"Apakah ini efektif? Tentunya ini termasuk bagian dari itu kalau saya sampaikan dengan bantuan sosial masyarakat mempunyai alokasi uang yang bisa membantu konsumsi mereka walaupun nilainya kecil. Pemerintah memberikan subsidi listrik dan sebagainya," ujarnya.

Begitupun bantuan sektor usaha seperti KUR, subsidi bunga KUR di mana UMKM itu didorong oleh pemerintah dengan banyak sekali stimulus.

"Memang kita harus mendetailkan efektivitasnya seberapa kuat, walaupun lonjakan penjualan indek itu masih kecil kemudian indek keyakinan Konsumen juga masih kecil tapi kelihatannya itu kan sudah mulai memberikan dampak terhadap pendangkalan ekonomi kita," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Dukung Pencegahan Covid-19, Polres Batubara Luncurkan Mobil Vaksinasi Keliling
Bukan Karena Vaksin Covid-19, Guru Alami Pelemahan Gerak Tubuh Karena Penyakit GBS
Menkes: 5,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca akan Datang dari Inggris
Jokowi Ingin Seluruh Pelayan Toko di Mal Bisa Divaksinasi Covid-19
Didampingi Anies, Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal Pedagang di Thamrin City
Wagub DKI Optimistis Vaksinasi Buruh Bisa Pulihkan Ekonomi Nasional

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini