Anggota DPR Minta Menko Darmin Perhatikan Harga Ayam yang Anjlok

Selasa, 25 Juni 2019 14:40 Reporter : Dwi Aditya Putra
Anggota DPR Minta Menko Darmin Perhatikan Harga Ayam yang Anjlok Pedaging ayam. ©2015 Merdeka.com/andrian salam

Merdeka.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Haryo Soekartono meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk memperhatikan kondisi harga pangan khususnya untuk ayam. Sebab, berdasarkan laporan yang diterimanya terdapat dua lokasi anjloknya harga komoditas ayam.

"Saya tadi sampaikan ke WA bapak ada harga pangan ayam, dari peternak Rp7 ribu diterima, tapi dijual di pasar dengan harga Rp29 ribu," kata Bambang Haryo di ruang sidang Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Selasa (25/6).

Bambang Haryo yang menjadi anggota Badan Anggaran DPR ini juga meminta agar pemerintah bisa memberantas kartel pangan. Sebab, tanpa itu harga pangan seperti ayam bakal terus mengalami penurunan. "Jadi kartel pangan itu harus dihilangkan semua pak," imbuhnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Menko Darmin mengatakan harga pangan ayam yang anjlok tersebut adalah hal yang wajar. Sebab, ini tidak terjadi pada komoditas ayam saja melainkan menimpa komoditas pangan lain seperti cabai.

Kendati demikian, dia memastikan bahwa peristiwa ini tidak akan terjadi dalam jangka waktu yang lama. "Itu hanya kejadian sesaat, sehingga jangan dipakai jadi ukuran bahwa pasar kita seperti itu ya. Pasar kita itu mungkin relatif belum terlalu efisien," kata Darmin.

Sebelumnya, anjloknya harga ayam ras, membuat peternak di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta gulung tikar. Jika dalam kondisi normal harga ayam mencapai Rp40.000 per ekor, namun saat ini para peternak mengobral dengan harga Rp25.000 per ekor dengan berat 2 kilogram.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) Jawa Tengah, Parjuni mengatakan, anjloknya harga daging ayam ras di pasaran terjadi sejak April lalu. Kondisi tersebut membuat para peternak mandiri di wilayah Jawa Tengah dan DIY gulung tikar.

"Menyikapi kondisi tersebut, kami menggelar aksi obral ayam di Jalan Adi Sucipto. Aksi ini sebagai bentuk protes kepada pemerintah, selama ini sudah banyak para peternak mandiri yang gulung tikar," ujar Parjuni kepada wartawan, Senin (24/6).

Parjuni menilai, anjloknya harga jual ayam ras di pasaran sudah berada di bawah biaya produksi yang dikeluarkan. Sebab harga pokok produksi (HPP) sebesar Rp18.500 per kilogram, namun harga jual saat ini hanya diangka Rp8 ribu sampai 9 ribu per kilogram.

"Kerugian peternak sudah tidak terhitung lagi, jadi wajar kalau mereka banyak yang memilih menutup usaha," katanya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini