Anggaran Rp417 Triliun untuk Pembangunan Infrastruktur di Tengah Pandemi Covid-19

Jumat, 22 Januari 2021 08:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Anggaran Rp417 Triliun untuk Pembangunan Infrastruktur di Tengah Pandemi Covid-19 Pembangunan Tol BORR. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Dunia hingga saat ini masih berkecamuk dengan pandemi virus corona. Virus yang mulai terdeteksi sejak akhir 2019 ini masih terus menyebar. Indonesia bahkan mencatatkan penularan tertinggi di awal 2021 ini, sehingga pemerintah kembali menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat.

Pemerintah sudah melakukan banyak cara memutus mata rantai penularan, termasuk mempercepat proses vaksinasi. Anggaran untuk menangani pandemi ini bahkan terbilang cukup besar di 2021 ini.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp61,8 triliun tahun ini untuk penanganan Virus Corona. Anggaran tersebut nantinya bisa berubah sesuai dengan kebutuhan.

"Penanganan Covid-19 2021 memakan anggaran Rp61,8 triliun dan ini pun masih akan bisa berubah dengan adanya ketidakpastian terhadap peningkatan jumlah kasus," ujar Menteri Sri Mulyani, Jakarta, Kamis (21/1).

Anggaran tersebut juga mencakup pengamanan vaksin Virus Corona. Di mana vaksinasi Virus Corona telah dimulai sejak pekan lalu yang diawali oleh Presiden Joko Widodo. "Anggaran ini juga untuk keinginan pemerintah untuk mengamankan supply vaksin Covid-19. Program vaksinasi sudah dimulai, bapak Presiden juga sudah disuntik, tenaga kesehatan sedang dalam proses disuntik," jelas Menteri Sri Mulyani.

Menteri Sri Mulyani berharap nantinya program vaksinasi bisa berjalan dengan lancar. Sehingga daerah-daerah dengan pasien terinfeksi positif paling besar bisa segera ditekan penularannya.

"Kita berharap seluruh daerah di Indonesia terutama daerah-daerah yang mengalami Covid-19 paling tinggi akan segera mengombinasikan vaksinasi dan disiplin kesehatan," paparnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, dengan adanya vaksinasi, ekonomi pun dapat pulih secara perlahan. Nantinya, masyarakat dapat kembali melakukan aktivitas dan mobilitas yang akhirnya berdampak pada konsumsi, investasi dan ekspor.

"Maka kalau itu dilakukan kita boleh berharap bahwa perekonomian bisa pulih kembali, karena masyarakat bisa kembali melakukan aktivitas, mobilitas dan itu berarti kegiatan konsumsi, investasi, ekspor akan meningkat," tandasnya.

Meski tengah fokus penanganan corona, pemerintah Jokowi masih terus menggarap proyek infrastruktur.

Baca Selanjutnya: Sri Mulyani: Pembangunan Tetap Jalan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini