Hot Issue

Ancaman Krisis Utang Usai Pandemi dan Beban Presiden Penerus Jokowi

Selasa, 6 Oktober 2020 06:30 Reporter : Idris Rusadi Putra
Ancaman Krisis Utang Usai Pandemi dan Beban Presiden Penerus Jokowi Utang. ©Shutterstock

Merdeka.com - Virus corona memakan banyak korban jiwa. Hampir semua negara di dunia dibuat kalang kabut. Berbagai kebijakan pun dikeluarkan untuk menangani dan memutus mata rantai penularan virus asal Wuhan ini. Namun, kebijakan yang dibuat seperti lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) malah berdampak pada perekonomian. Kebijakan global yang melarang untuk berkerumun dan jaga jarak juga berdampak pada ekonomi negara.

Untuk menyelematkan ekonomi, banyak negara memilih untuk menambah utang. Utang ini dibutuhkan untuk dana penanganan Covid-19, di samping pendapatan negara yang anjlok.

Presiden Bank Dunia, David Malpass menyebut bahwa pandemi Covid-19 memicu krisis utang di beberapa negara. Para investor dunia diminta untuk bersiap memberikan beberapa bentuk keringanan, termasuk pembatalan atau penghapusan utang.

Malpass bahkan menyebut bahwa beberapa negara tidak dapat membayar kembali utang yang mereka tanggung.

"Karena itu, kita juga harus mengurangi tingkat utang. Ini bisa disebut keringanan atau pembatalan utang. Menjadi penting juga agar jumlah utang dikurangi melalui restrukturisasi, " ucap Malpass dikutip dari Reuters.

Langkah serupa juga pernah dilakukan dalam krisis keuangan sebelumnya seperti di Amerika Latin dan inisiatif Heavily Indebted Poor Country (HIPC) yang diinisiasi Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF) dan beberapa kreditor multilateral lain. Inisiatif ini diberikan ke negara-negara yang memiliki utang besar pada 1990-an.

Indonesia juga tak luput dari penumpukan utang akibat pandemi. Bahkan, pertama dalam sejarah penarikan utang dilakukan secara besar-besaran akibat pandemi.

Baca Selanjutnya: Defisit Melebar Utang Nambah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini