Anak usaha PT Timah bangun 10.000 unit rumah di Bekasi Timur

Kamis, 27 September 2018 16:39 Reporter : Idris Rusadi Putra
Anak usaha PT Timah bangun 10.000 unit rumah di Bekasi Timur Perumahan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Penduduk Jakarta dan sekitarnya, setiap tahun terus bertambah. Data Biro Pusat Statistik menunjukkan, pertumbuhan penduduk di Jakarta dan sekitarnya mencapai 1,40 persen per tahun. Dengan angka pertumbuhan sebesar itu, dampak langsung yang terjadi adalah meningkatnya permintaan terhadap hunian. Namun, dengan keterbatasan lahan, yang terjadi adalah kenaikan harga hunian yang terus meningkat setiap tahunnya.

Pemerintah mempunyai langkah strategis dalam mengantisipasi permintaan hunian ini, dengan program 1 juta rumah yang telah berjalan dalam beberapa tahun. Tidak hanya dilakukan oleh pemerintah sendiri, realisasi program 1 juta rumah ini tentu juga melibatkan semua stake holder, baik itu BUMN serta anak usahanya, maupun sektor swasta.

Beberapa pengembang melirik Bekasi, khususnya Bekasi Timur menjadi target pembangunan kawasan hunian. Selain berdekatan dengan beberapa kawasan industri yang memiliki karyawan yang jumlahnya ribuan, Bekasi Timur juga dinilai tepat bagi kaum suburban yang bekerja di Jakarta, karena Bekasi Timur memiliki akses transportasi yang memadai.

Salah satu developer properti yang masuk ke Bekasi Timur adalah PT Timah Karya Persada Properti (TKPP) atau Timah Properti, yang merupakan anak usaha PT Timah (Persero) Tbk. Perusahaan mengembangkan kawasan 'Familia Urban' di lahan seluas 176 Ha di Bekasi Timur, anak usaha BUMN ini mentargetkan membangun lebih kurang 10.000 unit rumah untuk masyarakat. Sejak memulai pembangunan pada tahun 2017, beberapa unit telah diserahterimakan kepada penghuni.

Direktur Operasi PT Timah Karya Persada Properti (TKPP), Eko Budisantoso mengatakan, hunian yang disediakan perusahaan akan menjadi pilihan bagi masyarakat yang sedang mencari hunian. Dengan memanfaatkan land bank milik sendiri, menjadikan hunian ini clear dan tidak berpotensi menjadi masalah dikemudian hari.

"Kami kembangkan hunian dalam tahap awal ini adalah landed house (hunian tapak), karena kami melihat bahwa masyarakat akan lebih memilih hunian tapak yang memiliki halaman, dibandingkan hunian vertikal. Dengan hunian tapak yang memiliki halaman, tentu jenis hunian ini lebih cocok bagi keluarga yang menginginkan anak bisa tumbuh sebagaimana mestinya," katanya di Jakarta, Kamis (27/9)>

Sebagai langkah memberikan pilihan kepada masyarakat dalam hal hunian, TKPP menyediakan beberapa tipe sesuai dengan kebutuhan konsumen. Mulai dari tipe rumah dengan luas 30/60 m2, sampai dengan yang memiliki luasan 90/120 m2.

Manajer Realti Familia Urban, Teguh Suhanta mengatakan, sampai dengan saat ini, pihaknya telah membangun beberapa fasilitas kawasan, baik itu taman dan jalan boulevard. Tahap awal pengembangan kawasan ini, anak usaha BUMN tersebut juga telah membangun di lahan seluas 15 Ha.

"Dan dalam beberapa tahun mendatang, kami akan membangun secara bertahap. Sesuai dengan perencanaan yang ada, total kawasan seluas 176 Ha ini akan selesai pembangunannya sampai dengan lebih kurang 20 tahun yang akan datang."

Tak hanya itu, Familia Urban juga sedang mengembangkan kawasan komersial. Dikembangkan di lahan seluas lebih kurang 1,2 Ha di Zona Ayodhya, akan segera dipasarkan dan dibangun ruko 2,5 lantai, dengan luas bangunan 96.1 m2 dan luas tanah 51 m2.

"Nantinya kawasan komersial yang akan kami bangun totalnya mencapai lebih kurang 8 Ha. Tentu pembangunannya akan dilakukan secara bertahap. Selain Ruko, di Familia Urban juga akan dibangun pasar modern, yang tentu akan menjadi sentra ekonomi di kawasan ini. Kami rencanakan pasar modern ini akan kami bangun pada tahun 2019."

Eko Budisantoso menambahkan, trend kenaikan harga properti di Bekasi Timur akan memberikan keuntungan bagi pembeli. Untuk saat ini pun, harga jual yang ditawarkan kepada masyarakat relatif masih terjangkau.

Langkah TKPP ternyata memberikan kontribusi positif. Dengan rencana investasi awal di proyek Familia Urban sebesar lebih kurang Rp 336 miliar, sampai saat ini TKPP berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 113,8 miliar. Selain Familia Urban, TKPP juga sedang mengembangkan proyek lain seperti Payon Ponca di Pondok Cabe dengan lahan seluas 2050 M2.

"Tahun ini kami menargetkan penjualan sebesar Rp 133 miliar, dan sampai dengan semester I telah mencapai 30 persen atau senilai Rp 40 miliar. Untuk tahun depan kami menargetkan kenaikan menjadi Rp 174 miliar. Khusus untuk event Indonesia Properti Expo 2018 kali ini, kami mentargetkan penjualan sebesar Rp 74 miliar." [idr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Perumahan
  3. Properti
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini