Amerika Serikat sasaran empuk produk perikanan Indonesia

Jumat, 20 Maret 2015 10:13 Reporter : Henny Rachma Sari
Amerika Serikat sasaran empuk produk perikanan Indonesia Ilustrasi udang. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meyakini pasar Amerika Serikat cukup potensial untuk produk perikanan Indonesia. Selain karena ikan Indonesia banyak diminati, pemerintah memanfaatkan kondisi terganggunya pasokan produk perikanan dari tiga negara ke Amerika.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut P. Hutagalung menyebut, udang sebagai salah satu hasil perikanan yang jadi andalan di Amerika. Tahun lalu saja, volume udang Indonesia ke Amerika berada di posisi kedua setelah India.

"Karena pasokan dari China, Thailand, Vietnam mengalami gangguan," ujar Saut di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Jumat (19/3).

Saut tak segan menyebut Amerika sebagai sasaran empuk produk hasil laut. Sebab, 90 persen produk perikanan yang dikonsumsi penduduk negeri Paman Sam didatangkan dengan cara impor.

"Pada 2014 lalu, impor produk seafood AS mencapai USD 21,9 miliar, dengan komoditas utama udang, salmon, tuna, kakap, kepiting dan rajungan, lobster dan tilapia," tuturnya.

Khusus udang, Indonesia mengekspor 107.424 ton (senilai USD 1,28 miliar) ke Amerika. Sementara kepiting dan rajungan volume ekspornya mencapai 10.833 ton senilai USD 277 juta, dan tuna dengan volume 22.000 ton dengan nilai sebesar USD 128 juta," ungkapnya.

Untuk memperkuat ekspor produk pertanian Indonesia di Amerika, pemerintah sudah berpartisipasi di pameran Seafood Expo North America (SENA) yang digelar 15-17 Maret 2015 lalu di Boston, AS.

"SENA merupakan pameran tahunan seafood terbesar di Amerika, yang diikuti oleh lebih dari 1500 perusahaan serta berasal lebih dari 100 negara," ucapnya.

Produk perikanan Indonesia yang banyak diminati antara lain tuna, udang, gurita, kakap merah, mahi-mahi, tuna kaleng, oilfish, swordfish, wahoo, tenggiri, crab dan value added.

Pihaknya menargetkan nilai transaksi untuk 6 bulan ke depan meningkat. Perkiraan nilai transaksi selama pameran berlangsung untuk 6 bulan ke depan adalah sebesar USD 46 juta. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini