Amerika klaim punya andil besar bagi ekonomi Indonesia

Kamis, 3 Oktober 2013 12:25 Reporter : Ahmad Baiquni
gedung bertingkat. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Dalam kurun waktu delapan tahun atau 1 windu, Amerika Serikat (AS) mencatat nilai total investasi di Indonesia mencapai USD 65 miliar. Nilai ini melebihi data resmi yang dirilis oleh pemerintah.

Capaian ini didasarkan pada hasil kajian yang dilakukan oleh Ernst and Young Indonesia bekerja sama dengan Paramadina Public Policy Institute dan Universitas Gadjah Mada. Menurut hasil kajian itu, AS berpotensi menjadi investor terbesar di Indonesia dalam kurun waktu tersebut.

"Kajian ini menunjukkan bahwa investasi AS membawa manfaat bagi perekonomian Indonesia yang lebih dari sekadar angka-angka yang dinyatakan dalam nilai dolar," ujar President and CEO US Chamber of Commerce Tom Donohue dalam peluncuran nilai FDI Amerika di Indonesia di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Kamis (3/10).

Tom mengklaim investasi langsung (foreign direct investment/FDI) Amerika Serikat memberi sumbangsih cukup besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. "FDI AS memberikan kontribusi sebesar USD 94,1 miliar pada GDP Indonesia dan mempekerjakan 1,74 juta orang setiap tahunnya di bidang yang berbeda," kata dia.

Menurut Tom, investasi terbesar AS mengarah ke sektor pertambangan. Selama proses operasi, perusahaan tambang AS telah mempekerjakan 35.000 orang di kawasan Indonesia timur. Salah satunya PT Freeport.

"Berdasarkan studi yang dilakukan salah satu perusahaan Amerika yang terbesar di wilayah Timur berkontribusi hingga 96,9 persen dari GDP daerah tersebut," ungkap Tom.

Dengan hasil ini, Tom membantah data resmi yang dilansir oleh Bank Indonesia, yang menyebut AS merupakan investor keempat terbesar dengan nilai FDI hanya USD 7 miliar. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Investasi
  2. Amerika Serikat
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.