Ambisi BI jadikan pasar keuangan Indonesia jagoan di ASEAN

Kamis, 20 November 2014 21:25 Reporter : Saugy Riyandi
Ambisi BI jadikan pasar keuangan Indonesia jagoan di ASEAN rupiah. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo melihat, tekanan inflasi dan surplusnya neraca pembayaran berdampak positif pada pasar valuta asing. Hal tersebut terlihat dari membaiknya struktur mikro pasar valuta asing yang tercermin dari volume transaksi di pasar spot antar bank yang meningkat dari USD 500 juta per hari menjadi USD 1,5 miliar.

Dengan kondisi itu Agus berharap pasar keuangan Indonesia menjadi salah satu pasar keuangan yang diperhitungkan di ASEAN. Berdaya tahan tinggi dan mampu mendukung transisi Indonesia sebagai negara maju. Untuk itu BI menargetkan pada 2024 nilai transaksi di pasar uang Indonesia dapat mencapai kisaran 15-20 persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Dan juga pasar uang valuta asing dapat mencapai 3 persen dari nilai perdagangan luar negeri. Dengan tercapainya sasaran ini akan menunjukkan bahwa pasar uang dan valuta asing Indonesia berfungsi dengan baik dan mampu menjadi penopang pendalaman di pasar modal," ujar Agus dalam acara Bankers Dinner di Jakarta Conventional Center, Senayan, Jakarta, Kamis (20/11).

Untuk mewujudkan ambisi dan mimpi itu, perlu inisiatif pendalaman pasar keuangan yang akan BI landaskan pada lima pilar. Mulai dari pembenahan regulasi dan standarisasi, penguatan kelembagaan, pengayaan instrumen dan perluasan basis investor. Ada pula penguatan infrastruktur pasar.

"Dan pilar yang terakhir adalah edukasi serta edukasi. Ini akan dilakukan secara meluas terutama terkait pentingnya akan transaksi lindung nilai," ucapnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Bank Indonesia
  2. Ekonomi Indonesia
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini