Alternatif Cara Tahan Kenaikan Harga Pertalite dkk Tanpa Tambah Utang

Sabtu, 21 Mei 2022 14:00 Reporter : Anisyah Al Faqir
Alternatif Cara Tahan Kenaikan Harga Pertalite dkk Tanpa Tambah Utang Pertalite. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM, tarif listrik dan LPG 3 kilogram demi menjaga daya beli masyarakat yang masih rentan. Namun sebagai gantinya pemerintah menambah subsidi dan kompensasi untuk sektor energi tahun ini sebesar Rp 350 triliun. Sehingga total subsidi dan kompensasi yang diberikan negara tahun ini untuk sektor energi mencapai Rp 504 trilliun.

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, pelebaran defisit APBN pun menjadi tak terhindarkan dari penambahan alokasi anggaran subsidi ini. Namun, sebenarnya pemerintah masih bisa mengoptimalkan APBN tanpa harus menambah defisit fiskal.

"Meski pelebaran subsidi energi menambah defisit sebenarnya ada cara alternatif yakni memangkas belanja infrastruktur yang belum urgen," kata Bhima saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Sabtu (21/5).

Bhima mengatakan pemerintah bisa saja mengatur strategi agar defisit APBN tidak melebar karena hal ini. Misalnya dengan merelokasi anggaran pembangunan infrastruktur untuk menutupi kekurangan APBN untuk subsidi dan membayar kompensasi energi.

"Pos infrastruktur bisa digeser dulu ke subsidi energi," ungkapnya.

Cara lain yang bisa digunakan pemerintah untuk membayar subsidi dan kompensasi yakni memanfaatkan penerimaan pajak dari kenaikan harga komoditas. Melonjaknya harga komoditas dunia, berpotensi menambah pendapatan pajak dan PNBP dari kegiatan ekspor produk.

"Pemerintah juga mendapat windfall penerimaan pajak dan pnbp dari ekspor batubara yang naik tinggi," kata dia.

Beberapa pilihan tersebut bisa jadi alternatif kebijakan pemerintah untuk mencegah pelebaran defisit APBN. Apalagi tahun ini pemerintah mengarahkan defisit APBN maksimal 4,85 persen dari PDB atau sekitar Rp 868 triliun.

"Jadi ini masalahnya mau di realokasikan ke stabilitas harga atau ada agenda lain," kata dia.

2 dari 2 halaman

Negara Raup Tambahan Rp 420 T dari Kenaikan Harga Komoditas Dunia

tambahan rp

Diberitakan sebelumnya, saat ini kenaikan harga-harga komoditas berpotensi menambah pendapatan negara tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pendapatan negara tahun 2022 naik Rp 420 triliun, dari semula Rp 1.846,1 triliun menjadi Rp 2.266,2 triliun.

"Outlook pendapatan kita naik Rp 420,1 triliun," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (19/5).

Adanya tambahan pendapatan tersebut dimaknai masalah yang ditimbulkan dari kenaikan harga komoditas menjadi relatif lebih baik. Sebab beberapa negara pada saat yang sama tidak memiliki dan yang cukup sementara kebutuhan yang diperlukan lebih banyak.

"Kita paling tidak ada tambahan Rp 420 triliun dan ini akan dialokasikan untuk melindungi masyarakat, APBN dan ekonomi. Ini penting semua," kata Sri Mulyani.

[bim]

Baca juga:
Langkah Pemerintah Batalkan Rencana Kenaikan Harga BBM Hingga Tarif Listrik Tepat
Dana Subsidi Ditambah, Menteri Erick Sebut Harga Pertalite Hingga LPG 3 Kg Batal Naik
DPR Setujui Tambahan Subsidi dan Kompensasi Energi Rp350 Triliun
Benarkah Harga Pertalite Bakal Naik? Ini Kata Erick Thohir
Inflasi Indonesia 2022 Diproyeksi Bisa Capai 6 Persen, ini Alasannya
Konsumsi Pertalite Naik 46 Persen Saat Arus Mudik Lebaran 2022
Syarat Target Pertumbuhan Ekonomi 2022 5,2 Persen Bisa Tercapai

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini