Alat Pelindung Diri Produksi UMKM Laku Keras di Pasaran

Selasa, 5 Mei 2020 16:15 Reporter : Merdeka
Alat Pelindung Diri Produksi UMKM Laku Keras di Pasaran Ilustrasi masker kain. ©Pixabay

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mencatat bahwa pemesanan produk UMKM yang memproduksi alat pencegahan penularan COvid-19 meningkat tajam. Dia mencatat, total nilai transaksi yang telah dibukukan terkait program Karya Nusantara mencapai Rp127 juta. Rincian produk yang dipesan yaitu masker 10.276 pcs, Hazmat Caverall 962 pcs, dan cover shoes 25 pcs, yang melibatkan kurang lebih 100 UKM yang sudah terkurasi.

"UMKM tetap mampu meningkatkan pemasukannya disaat seperti ini dengan memberikan dampak multiplier, salah satunya yakni dengan memanfaatkan peluang dan berkontribusi dalam menghadapi Covid-19 antara lain UMKM yang memproduksi masker dan Alat Pelindung Diri (APD)," kata Teten dalam Webinar Series: Platform Digital X UMKM Atasi Kelangkaan APD, Selasa (5/5).

Teten menyebut bahwa pihaknya telah melakukan kerja sama dengan PT Daruma Adira Pratama terkait quality control, dan akses pemasaran baik offline maupun online produk APD yang diproduksi oleh KUKM, melalui program Karya Nusantara dan menjalin masker non medis sebagai offtaker Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Langkah ini diambil Teten karena dia melihat permintaan alat kesehatan seperti APD merupakan peluang bisnis bagi UMKM dan koperasi.

"Yang kita tahu semua terdampak banyak UMKM dan koperasi melalui kesulitan pembiayaan dan penghasilan menurun. Sekarang kita ajak pelaku UMKM ini untuk banting setir dengan memberikan pelatihan-pelatihan secara online untuk memproduksi APD," ujarnya.

1 dari 1 halaman

100 UMKM Banting Setir Produksi APD

banting setir produksi apd rev1

Saat ini, tercatat sudah ada 100 UMKM yang dikurasi, dan saat ini masih menunggu 300 UMKM untuk dikurasi guna memproduksi APD yang ikut menyebar di seluruh daerah.

Selain itu, pihaknya juga mencoba menghubungkan UMKM ini bagaimana mereka mendapatkan bahan baku, dan bagaimana mempertemukan dengan pembeli. Oleh karena itu pihaknya bekerja sama dengan PT Daruma untuk melakukan kurasi dan mengontrol untuk menghubungkan dengan market.

"Saat ini saya kira sudah cukup bagus terhadap permintaan APD dari yang sudah kurasi. Sebenarnya masih banyak permintaan tapi kapasitas kita masih terbatas, saya kira ini peluang besar dan UMKM lebih fokus prioritas masker non medis, saya kira penggunaan masker sangat diperlukan dan disarankan digunakan bagi mereka yang sehat untuk mengurangi penularan," pungkasnya. [idr]

Baca juga:
Tenaga Medis Di Kota Jambi Kekurangan Stok APD
Tiga SMK di Kudus Serahkan Bantuan APD Buatan Sendiri untuk Tim Medis
Airlangga Perintahkan Kader Golkar di Daerah Distribusikan Sembako dan APD
Jasindo Salurkan Ratusan Masker dan APD untuk Rumah Sakit Rujukan Covid-19
Emtek Peduli Corona Kembali Serahkan APD ke Banyak Rumah Sakit dan Puskesmas
Tak Gelar Aksi, KPSI Bagikan APD dan Sembako di Hari Buruh

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini