Alasan Shell Hengkang dari Pembangunan Megaproyek Abadi Blok Masela

Senin, 24 Agustus 2020 16:57 Reporter : Sulaeman
Alasan Shell Hengkang dari Pembangunan Megaproyek Abadi Blok Masela tambang. shutterstock

Merdeka.com - Keputusan keluarnya Shell Upstream Overseas Ltd dari Proyek Abadi Blok Masela di Maluku terus menimbulkan polemik. Publik khawatir pengerjaan salah satu proyek strategis nasional (PSN) di sektor migas tersebut kembali terbengkalai.

Vice President Corporate Services Inpex, Henry Banjarnahor mengatakan, alasan peningkatan portofolio perusahaan menjadi pemicu hengkangnya Shell seperti yang tertuang dalam surat resmi yang dikirim oleh perusahaan asal Belanda tersebut. Sehingga Shell memilih untuk melakukan investasi di negara lain yang lebih menguntungkan untuk keuangan perusahaan.

"Alasannya seperti yang sudah disampaikan Bapak Kepala SKK Migas, di mana mereka telah lihat global portofolio perusahaan dan menganggap bahwa investasi di negara lain lebih menguntungkan mereka. Jadi mereka mengutamakan itu," ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, di Komplek Parlemen, Senin (24/8).

Henry menambahkan, proses divestasi dalam kegiatan usaha hulu migas itu adalah sesuatu hal yang wajar terjadi. Di mana hal itu lumrah terjadi dlama urusan investasi. "Jadi, tidak masalah kalau Shell memilih hengkang," imbuh dia.

Namun, dia memastikan pihaknya tetap berkomitmen menjalankan proyek Abadi Blok Masela bersama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). "Meski ditinggal Shell, Inpex tetap akan menjalankan proyek ini ya," ujarnya.

Saat ini Shell memiliki hak kelola 35 persen di proyek ini. Sementara Inpex sebagai operator utama memiliki hak kelola sebesar 65 persen.

Sehingga untuk bisa melepaskan hak kelolanya yang mencapai 35 persen, Shell harus melakukan pembukaan data seperti seismik ke calon mitra baru. Dimana Pembukaan data ini harus berdasarkan persetujuan pemerintah.

Baca Selanjutnya: Usul Persetujuan Pembukaan Data Shell...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tambang
  3. Blok Masela
  4. Shell
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini