Alasan Rudiantara Ditunjuk Jadi Bos PLN

Senin, 25 November 2019 15:35 Reporter : Dwi Aditya Putra
Alasan Rudiantara Ditunjuk Jadi Bos PLN Arya Sinulingga. ©2014 Merdeka.com/youtube

Merdeka.com - Staf Khusus Bidang Komunikasi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga turut berkomentar mengenai kabar penunjukan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Menurutnya, hingga saat ini belum ada surat keputusan yang diberikan pihak Istana kepada Kementerian BUMN.

"Kami belum dapat (suratnya) dari Istana. Biasanya yang menerima Pak Erick Thohir. Dia lagi di luar negeri pulangnya tanggal 29. Jadi tunggu sampai pak menteri hadir di sini," katanya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (25/11).

Arya mengatakan sekali pun telah menerima surat putusan dari Istana, namun hanya Menteri BUMN yang berhak membuka isi surat tersebut. Untuk itu, dirinya meminta para awak media untuk bersabar menunggu keputusan langsung dari Menteri BUMN.

"Kan surat ditujukan ke pak menteri (BUMN). Dia lagi di luar negeri. Kami tidak bisa bilang sudah terima. Apalagi hal-hal berbau strategi. Kami menunggu pak menteri pulang baru kami bisa beri jawaban. Karena yang bisa buka suratnya pak menteri. dia kan belum terima suratnya," jelasnya.

1 dari 2 halaman

Rudiantara Punya Pengalaman Mumpuni

Arya menambahkan masuknya nama Rudiantara sendiri sebagai kandidat sudah berdasarkan proses Tim Penilaian Akhir (TPA) dari Kementerian BUMN. Selain, Rudiantara ada dua nama lainnya yang dianggap cukup mumpuni untuk mengisi kursi Dirut PLN saat ini.

"Siapapun yang kami pilih tiga orang nama itu punya pengalaman di Bisnis. Jadi bisa kami usulkan kepada presiden," katanya

Di samping itu, Arya menilai Rudiantara memiliki sejumlah pengalaman cukup mumpuni. Tak hanya di bidang telekomunikasi dirinya juga merupakan kalangan profesional yang dianggap bisa menduduki perusahaan besar.

"Dia pernah dengan perusahaan besar juga paham, dia menteri dari profesional. Jadi punya pengalaman kalau beliau membidangi perusahaan besar," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Penunjukan Rudiantara

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Mudah-mudahan segera dilantik, yang jelas saya sudah tanda tangan," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung dikutip dari Antara, Senin (25/11).

Pramono menyampaikan hal tersebut saat ditanya wartawan mengenai hasil Tim Penilai Akhir (TPA) untuk Rudiantara. "Mudah-mudahan segera dilantik, ini banyak perubahan lah di BUMN," tambah Pramono.

Rudiantara adalah Menkominfo periode 2014-2019. Sebelum menjadi Menkominfo, Rudiantara pernah menjadi Wakil Dirut PT PLN pada 2008-2009 lalu.

Selama di PLN, dia terlibat dalam pencarian pendanaan perusahaan terutama pinjaman untuk proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt. Setelahnya, dia mengundurkan diri.

"(TPA) sudah selesai. Bolanya di Menteri BUMN," tambah Pramono.

Pramono mengakui bahwa Presiden Joko Widodo sedang berkonsentrasi untuk memperbaiki kondisi perekonomian.

"Salah satu yang ingin segera diselesaikan adalah BUMN karena di BUMN ini banyak BUMN besar yang memang perlu segera dilakukan pembenahan di antaranya yang sekarang sudah dilakukan Pertamina. Sebentar lagi PLN, kemudian Inalum, kemudian perbankan Mandiri, BTN dan beberapa bank lain," ungkap Pramono. [azz]

Baca juga:
Rudiantara Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN
MRT Jakarta Bayar Listrik Rp12 Miliar Sebulan
PLN Optimalkan EBT Kejar Rasio Elektrifikasi 100 Persen di 2020
PLN Sebut Belum Diajak Diskusi Soal Pencabutan Subsidi Listrik Golongan 900 VA
Ahok Ngaku Bicara Soal Pertamina dan PLN Saat Bertemu Erick Tohir
Politikus PDIP: Ahok Lebih Pas Jadi Direksi PLN

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini