Alasan Mengapa Saat di Jalan Tol Anda Sebaiknya Tidak Ngebut

Jumat, 12 November 2021 06:00 Reporter : Anisyah Al Faqir
Alasan Mengapa Saat di Jalan Tol Anda Sebaiknya Tidak Ngebut Mobil Vanessa Angel. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Beberapa hari lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan akan kabar meninggalnya artis Vanessa Angel dan suami di jalan tol Nganjuk. Vanessa meninggal akibat mobil yang ditumpanginya kecelakaan akibat sang sopir mengebut.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengimbau para pengguna jalan tol untuk selalu berkendara sesuai aturan batas kecepatan. Aturan batas kecepatan dibuat bukan tanpa alasan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan, tujuan aturan kecepatan batas berkendara di jalan tol agar terus menjaga kendaraan tetap fokus. Mengetahui batas kecepatan maksimal saat mengendarai mobil diperlukan untuk menjaga agar tidak terjadi kecelakaan, terutama di beberapa titik yang rawan kecelakaan.

Kecepatan berkendara di jalan tol diatur pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada pasal 23 ayat 4. Kemudian diperkuat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan pasal 3 ayat 4.

Di mana, disebutkan bahwa batas kecepatan di jalan bebas hambatan antara 60 hingga 100 kilometer per jam. Batas kecepatan ini berbeda antara tol dalam maupun luar kota.

"Dalam aturan tersebut tertulis bahwa batas kecepatan di jalan bebas hambatan atau tol paling rendah 60 Km/Jam sampai tertinggi 100 Km/Jam. Untuk berkendara di tol dalam kota sendiri kecepatan minimal berkendara (60 Km/Jam), maksimal berkendara yaitu (80 Km/Jam). Kemudian untuk berkendara di tol luar kota yakni minimal (60 Km/Jam) dan maksimal (100 Km/Jam)," papar Danang saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Sabtu, (6/11).

Danang menyampaikan, pedal rem pada kendaraan umumnya tidak bisa dihentikan secara mendadak dan langsung berhenti di lajur jalan tol. Sehingga pengemudi wajib mengetahui aturan mengenai waktu dan jarak tertentu untuk bisa berhenti di lajur tol.

"Di setiap area jalan tol juga sering diberikan imbauan mengenai 'Jaga Jarak Aman Kendaraan Anda' agar ketika mobil menginjak rem secara mendadak masih terdapat ruang untuk mengurangi kecepatan sampai mobil bisa berhenti dengan aman dan menjaga jarak mobil di belakangnya juga," tutur Danang.

2 dari 2 halaman

Tol Indonesia Layak Operasi

layak operasi

Danang meyakinkan jalan tol yang beroperasi di Indonesia telah memenuhi standar laik fungsi dan operasi. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan semua spesifikasi teknis persyaratan dan perlengkapan jalan yang ada di ruas jalan tol sesuai dengan standar managemen dan keselamatan lalu lintas terpenuhi dengan baik.

"Setiap jalan tol yang beroperasi juga telah melalui rangkaian terakhir penilaian sebelum dapat dioperasikan, yakni uji laik fungsi dan laik operasi," kata Danang.

Salah satu faktor yang menjadi item pengecekan yakni skid resistance, baik perkerasan kaku (beton) maupun perkerasan flexible (aspal). Hal ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR No 16 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol.

Dia menambahkan, penentuan pemberian pagar pembatas beton pada sisi jalan mempertimbangkan resiko fatalitas ketika terjadi kecelakaan. Beberapa jenis pagar pengaman memiliki kriteria defleksi/lentur yang berbeda dan digunakan sesuai dengan peruntukannya.

Penempatan concrete barrier (beton) pada umumnya ditempatkan pada lokasi-lokasi yang dianggap berbahaya. Semisal jembatan ataupun untuk median/pemisah jalur yang jaraknya berdekatan. Sehingga dapat memperkecil risiko kendaraan menyeberang ke jalur berlawanan. Hal ini juga menjaga agar kendaraan terhindar dari fatalitas kecelakaan dan tetap nyaman dalam berkendara.

Danang mengimbau kepada para pengguna jalan tol khususnya bagi pengendara agar terus memastikan kendaraan dalam kondisi sehat. Termasuk memperhatikan kondisi ban, lampu dan rem berfungsi dengan baik.

Di saat musim hujan seperti ini, mengantisipasi kondisi jalan yang licin, pengemudi juga harus tetap waspada dan konsentrasi. Selalu mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas serta pahami dan kuasai fungsi-fungsi perlengkapan yang ada di mobil.

Baca juga:
Cegah Kecelakaan, Melaju di Tol Tak Sama dengan di Sirkuit Bebas Manuver
Rawan Terjadi, Pakar UGM Ungkap Faktor Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
Ayah Mertua Vanessa Minta Hukum Adil pada Sopir, 'Enggak Terima Hati Saya'
Penjelasan Lengkap PUPR Kecelakaan Vanessa Angel Disebut Akibat Jalan Tol RI Tak Aman
CEK FAKTA: Hoaks Video Ini Detik-Detik Kecelakaan Mobil Milik Vanessa Angel
Ini Profesi Suami Vanessa Angel yang Turut Meninggal Saat Kecelakaan
Kondisi Ringsek Mobil Vanessa Angel Usai Kecelakaan di Tol Nganjuk

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini