Alasan KAI Turunkan Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Menjadi Rp45.000

Sabtu, 25 September 2021 09:00 Reporter : Sulaeman
Alasan KAI Turunkan Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Menjadi Rp45.000 Vaksinasi di Stasiun Pasar Senen. ©2021 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) buka suara terkait kebijakan penurunan harga layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya Rp 85.000 menjadi Rp45.000 untuk setiap pemeriksaan. Tarif anyar ini berlaku mulai Jumat ini (24/9) di 64 stasiun yang melayani Rapid Test Antigen.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, penyesuaian tarif dilakukan sebagai salah satu bentuk peningkatan pelayanan perseroan kepada pelanggan di masa pandemi Covid-19. Yakni membantu calon pelanggan KA Jarak Jauh melengkapi syarat naik KA Jarak Jauh dengan harga yang lebih murah.

"Adanya penyesuaian harga ini diharapkan dapat membatu calon pelanggan dalam melengkapi syarat naik KA Jarak Jauh dengan harga yang lebih terjangkau," beber Joni saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (24/9).

Upaya peningkatan pelayanan lainnya, KAI berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan protokol secara ketat untuk seluruh perjalanan KA Jarak Jauh maupun lokal. Antara lain menerapkan sejumlah persyaratan bagi pengguna KA Jarak Jauh maupun KA Lokal untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Berikut persyaratan perjalanan menggunakan KA Jarak Jauh:

1. Menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19,

2. Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan, dan

3. Melarang pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan.

Sedangkan, untuk perjalanan menggunakan KA Lokal yakni:

1. Hanya berlaku bagi pekerja di Sektor Esensial dan Sektor Kritikal yang dibuktikan dengan STRP atau Surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat atau Surat Tugas dari pimpinan perusahaan, dan

2. Pelanggan tidak diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksin dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen. Namun akan dilakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen secara acak kepada para pelanggan di stasiun.

2 dari 2 halaman

Berlaku Mulai 24 September

24 september rev1

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya Rp 85.000 menjadi Rp45.000 untuk setiap pemeriksaan. Tarif baru ini berlaku mulai 24 September 2021 di 64 stasiun yang melayani Rapid Test Antigen.

"Penyesuaian tarif merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, dalam keterangan resmi, Kamis (23/9).

KAI menyediakan fasilitas Rapid Test Antigen di stasiun dengan harga terjangkau bagi para calon pelanggan yang ingin melengkapi persyaratan naik kereta api Jarak Jauh. Syarat untuk dapat melakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen di stasiun, calon pelanggan harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas.

"Sejak dibuka pada 21 Desember 2020 sampai dengan 21 September 2021, KAI telah melayani 1.043.582 peserta Rapid Test Antigen di Stasiun," ujar Joni.

Layanan rapid test antigen ini merupakan haisl dari sinergi BUMN antara KAI dan anak perusahaan Rajawali Nusantara Indonesia, Rajawali Nusindo, dan anak usaha Indofarma, Farmalab.

Harga baru tersebut akan berlaku mulai 24 September di 64 stasiun yang melayani perjalanan jarak jauh di berbagai daerah. Di antaranya Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Cikampek, Karawang, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Cimahi, Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Brebes, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, dan Pekalongan.

Selanjutnya Stasiun Cepu, Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, Kebumen, Sidareja, Gombong, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Klaten, Purwosari, Wates, Madiun, Blitar, Jombang, Kediri, Kertosono, Tulungagung, dan Nganjuk.

Kemudian Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro, Lamongan, Jember, Ketapang, Banyuwangi, Rogojampi, Probolinggo, Kalisetail, Medan, Kisaran, Tanjung Balai, Kertapati, Lahat, Lubuk Linggau, Prabumulih, Muara Enim, Tebing Tinggi, Tanjungkarang, Martapura, Kotabumi, dan Baturaja.

[bim]

Baca juga:
Peneliti Virus Pastikan Jika Tes PCR Positif Merupakan Covid Varian Delta
Anggota DPR Minta Pemerintah Perketat Tes PCR Pelaku Perjalanan Luar Negeri
Moeldoko Bertemu Pencipta Alat Tes Covid-19 Lewat Metode Kumur
Pemprov Sumbar Fasilitasi Tes Antigen Gratis untuk 8.483 Calon ASN
Cerita Menkes Budi Dibully Netizen karena Testing Covid-19
Layanan Swab Keliling Gratis Puskesmas Menteng

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini