Akuisisi Danareksa Sekuritas Hambat Pertumbuhan Laba BRI Semester I 2019

Rabu, 14 Agustus 2019 12:53 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Akuisisi Danareksa Sekuritas Hambat Pertumbuhan Laba BRI Semester I 2019 Bank BRI. ©2019 Dok. BRI

Merdeka.com - PT Bank Rakyat Indonesia Persero (BRI) mencatatkan laba konsolidasi hanya tumbuh 8,19 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 16,16 triliun, atau melambat dibandingkan pertumbuhan laba periode sama 2018 yang sebesar 11 persen (yoy). Lambannya pertumbuhan laba tersebut karena perseroan perlu menanggung beban dari kinerja anak usaha yang baru saja diakuisisi yaitu PT Danareksa Sekuritas.

Seperti diketahui BRI resmi memiliki mayoritas saham yaitu 67 persen saham Danareksa Sekuritas itu per akhir 2018 sejalan dengan target perseroan untuk merambah bisnis perdagangan efek dan penjaminan emisi.

"Kenapa laba hanya tumbuh delapan persen, karena kami kebebanan anak perusahaan. Dan masalah itu ada di anak perusahaan baru. Banyak masalah di sana. Tapi itu masih dalam perhitungan valuasi saat kita akuisisi mereka," kata Direktur Utama BRI, Suprajarto, di Gedung BRI 1, Jakarta, Rabu (14/8).

Dia mengatakan saat ini BRI masih melakukan "bersih-bersih" kinerja Danareksa Sekuritas. Namun, dia menolak untuk merinci masalah yang sedang dialami Danareksa Sekuritas.

Dia menyatakan perseroan optimistis di akhir 2019, Danareksa Sekuritas sudah pulih dan berkontribusi terhadap laba BRI yang ditargetkan mencapai 12 persen.

"Kita sedang bersih bersihkan, biar kita tidak ada beban lagi tahun depan. Saya yakin akan menutup dengan laba di akhir tahun. Karena saya yakin nanti akhir tahun bisa berkontribusi bertumbuh cukup baik di akhir tahun," ujarnya.

Selain dari Danareksa Sekuritas, BRI juga masih memperbaiki masalah kredit bermasalah yang didera BRI Syariah dan BRI Agro. "Kita bersihin semua. saya tidak mau ada yang disembunyiin lagi NPL. Digelontorin. Tapi semua selesai tahun ini. Akhir tahun kita sudah simulasi, mereka bisa berikan kontribusi," ujar Suprajarto.

Di kuartal II 2019 ini, secara keseluruhan BRI menumbuhkan kredit 11,84 persen menjadi Rp 888,32 triliun. Dari total kredit BRI, segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih mendominasi sebanyak Rp 681,50 triliun atau sebesar 76,72 persen dengan pertumbuhan 13 persen. "Laba melambat ini memang benar, tapi kalau laba 'bank only' sudah sejalan," tutupnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini