Akibat Perang Dagang, Pemerintah Pesimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa 7 Persen

Rabu, 20 November 2019 11:36 Reporter : Dwi Aditya Putra
Akibat Perang Dagang, Pemerintah Pesimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa 7 Persen perang dagang. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kementerian Perekonomian, Rizal Affandi Lukman, menyebutkan bahwa untuk menjadi lima negara terbesar di dunia pada 2025, ekonomi Indonesia harus mampu tumbuh sebesar 7 persen per tahun. Pertumbuhan ekonomi itu setara sekitar USD 7 triliun pada Produk Domestik Bruto (PDB).

Rizal mengatakan, apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya bergerak di kisaran 5-6 persen pada 2025, maka pendapatan PDB hanya berkisar pada USD 3-5 triliun saja. Untuk itu, pemerintah perlu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 7 persen.

"Untuk tahun 2025, lima tahun di Indonesia harus memiliki 7 persen per tahun. Apakah perhitungannya besar dunia dan juga mengkategorikan pendapatan masyarakat," ujarnya dalam acara Indonesia Economic Forum, di Jakarta, Rabu (20/11).

Namun diakuinya, untuk menyongsong pertumbuhan sebesar 7 persen per tahun cukup berat. Mengingat ketidakpastian global masih belum selesai, utamanya perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

"Walaupun ada tantangan tetap solid dan Indonesia (pertumbuhan ekonomi) masih sekitar tumbuh 5 persen, tapi itu tidak cukup, Kita harus mencapai USD 7 triliun pada 2025," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Ambisi Pemerintah Jokowi, Ekonomi Tumbuh 7 Persen dalam Lima Tahun

Pemerintahan Jokowi-JK menghadapi tantangan ekonomi tidak mudah. Sejak tahun lalu ekonomi terus tumbuh melambat. Bahkan dirasakan hingga sembilan bulan pertama pemerintahan Jokowi-JK.

Target dan ambisi pemerintah Jokowi cukup tinggi. Menteri Perekonomian Sofyan Djalil menuturkan, asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia ditarget menyentuh angka 7 persen dalam 5 tahun ke depan.

"5 tahun kami harus. Makanya kalau bisa kami kejar sekarang akan lebih mudah," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat.

Dengan tingginya target tersebut, Menko Sofyan berharap pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa melebihi angka 5 persen. Tahun depan atau 2016, ekonomi nasional ditargetkan tumbuh 5,5 persen. "Tahun ini mudah-mudahan di atas 5," katanya.

Mantan Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) era SBY ini menjelaskan, saat ini adalah momen tepat menggenjot pertumbuhan ekonomi. Kondisi ekonomi dunia mulai membaik. Otomatis berdampak positif pada harga komoditas andalan Indonesia di pasar dunia.

Atas dasar itu Menko Sofyan semakin yakin pemerintah Jokowi-JK bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 7 persen. "Investasi meningkat infrastruktur kita sudah makin bagus, ya itu tidak ada masalah. Banyak negara bisa mencapai pertumbuhan (7 persen)," tutup Menko Sofyan.

[bim]

Baca juga:
Catatan PBB Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Menlu Retno: Tiap Pertemuan Pemimpin Dunia Pembahasan Pasti Masalah Ekonomi
Pemerintah Nilai RI Jauh dari Potensi Resesi, Inilah Alasannya
Ibu Kota Pindah, Anies Baswedan Pastikan Jakarta Jadi Pusat Ekonomi
Transaksi E-Commerce Indonesia Diprediksi Capai Rp913 Triliun di 2022
Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,3 %
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Indonesia Mengalami Pelambatan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini