Akibat Pandemi, Ekonomi dan Keuangan Syariah Global Terkontraksi Minus 8,1 Persen

Rabu, 31 Maret 2021 13:53 Reporter : Anisyah Al Faqir
Akibat Pandemi, Ekonomi dan Keuangan Syariah Global Terkontraksi Minus 8,1 Persen syariah. shutterstock

Merdeka.com - Sektor ekonomi dan keuangan syariah global tahun 2020 terkontraksi hingga -8,1 persen (yoy) dibandingkan tahun 2019. Sektor ini di tahun 2020 hanya mencatatkan kinerja USD 1,86 triliun, lebih rendah dari tahun 2019 yang bisa mencapai USD 2,02 triliun.

"Ekonomi dan keuangan syariah global terkontraksi sebesar -8,1 persen (yoy), hingga mencapai USD 1,86 triliun dari USD 2,02 triliun pada 2019," tulis Bank Indonesia dalam Buku Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2020, Jakarta, Rabu (31/3).

Kondisi ini dipicu konsumsi masyarakat muslim di dunia tahun lalu turun signifikan. Dalam tataran ekonomi dan keuangan syariah global, sektor yang terdampak paling besar adalah sektor pariwisata ramah muslim (PRM). Secara tahunan sektor ini terkontraksi hingga -70 persen.

Lalu diikuti sektor fesyen muslim yang turun sebesar -2,9 persen. Sedangkan sektor makanan halal diperkirakan akan mengalami kontraksi yang terkecil, yaitu sebesar -0,2 persen.

Hal yang hampir sama juga dialami oleh ekonomi dan keuangan syariah domestik. Meski dengan kontraksi yang lebih moderat, sektor makanan halal nasional tetap tumbuh positif mencapai 1,58 persen (yoy). Pandemi Covid-19 telah menyebabkan meningkatnya pengangguran dan kemiskinan. Ketimpangan sosial pun makin melebar.

2 dari 2 halaman
akibat pandemi, ekonomi dan keuangan syariah global terkontraksi minus 8,1 persen

Menurut estimasi International Labour Organization (ILO), global working hour losses akibat pandemi pada 2020 empat kali lebih besar dibandingkan yang disebabkan oleh krisis keuangan global pada 2009. Bank Dunia, juga memperkirakan pandemi Covid-19 telah menyebabkan tren penurunan kemiskinan selama dua dekade terakhir berbalik arah menjadi peningkatan.

Peningkatan ini juga telah menyebabkan melebarnya ketimpangan secara global, baik di negara maju, emerging market maupun di negara berkembang. Hal yang sama juga dialami oleh Indonesia.

Persentase pengangguran terbuka atau angkatan kerja yang sama sekali tidak mempunyai pekerjaan meningkat pada paruh kedua 2020 di seluruh wilayah Indonesia, terutama di Jawa. Jumlah penduduk miskin di Indonesia yang sebelumnya secara umum terus menurun, meningkat tajam pada 2020. Bahkan pertumbuhannya mencapai 11,2 persen secara tahunan.

"Perkembangan ini memperlihatkan urgensi kebijakan yang dapat mendorong pemulihan ekonomi secara inklusif," tulis Bank Indonesia. [azz]

Baca juga:
Bos BI Sebut Pandemi Jadi Momentum Ekonomi dan Keuangan Syariah Unjuk Gigi
Bos BI Klaim Ekonomi Syariah Indonesia Alami Kemajuan Tiap Tahun, ini Indikatornya
Wapres Ma'ruf Amin: Wakaf Uang Bisa Diinvestasikan dan Menguntungkan
Komitmen Pemerintah Kembangkan Keuangan Ekonomi Syariah di Tanah Air
Ma'ruf Amin Lantik Erick Thohir Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah
Besok, Wapres Lantik Pengurus Baru Masyarakat Ekonomi Syariah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini