Akibat Covid-19, Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan Global Meningkat Tajam

Jumat, 26 Juni 2020 15:45 Reporter : Dwi Aditya Putra
Akibat Covid-19, Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan Global Meningkat Tajam Menko Airlangga. ©2020 Tebe/Humas Ekon

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut hampir semua negara akan mengalami peningkatan pengangguran dan kemiskinan ekstrem Global pada tahun 2020. Hal ini disebabkan akibat pandemi Covid-19 yang masih terjadi di belahan berbagai negara termasuk Indonesia.

"Kalau kita lihat secara global berbagai negara memang tingkat penganggurannya masuk double digit mulai dari Eropa, Italia, Amerika Serikat seluruhnya posisinya di atas 10 persen," katanya dalam web dinar virtual, di Jakarta, Jumat (26/6).

Di Indonesia sendiri, selama pandemi ini yang tercatat di Kementerian Ketenagakerjaan adalah 1,8 juta orang terverifikasi di-PHK dan menambah angka pengangguran. Sementara yang belum terverifikasi 1,2 juta dan ini menambah dari pada tingkat pengangguran tahun lalu yang besarnya sekitar 7 juta orang.

"Sehingga tentu akibat ini ada 10 juta orang yang membutuhkan lapangan pekerjaan," imbuh dia.

Mantan Menteri Perindustrian ini menambahkan, jika pandemi Covid-19 tidak ditangani dengan baik maka akan meningkatkan tingkat kemiskinan lebih tinggi lagi. Secara global tingkat kemiskinan ekstrem diperkirakan akan mencapai 712 juta jiwa. Angka ini meningkat dari sebelum adanya Covid-19 yang mencapai 577 juta orang.

1 dari 1 halaman

Perkiraan Tingkat Kemiskinan

kemiskinan rev1

Sebelumnya, Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa memperkirakan tingkat kemiskinan di Indonesia akan bertambah 10,63 persen, yakni dari 24,79 juta penduduk miskin menjadi 28,7 juta orang. Kondisi itu terjadi akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, setidaknya bakal ada penambahan jumlah penduduk miskin hingga 4 juta orang jika pemerintah tidak melakukan intervensi melalui program perlindungan sosial. Pemerintah sendiri telah mengucurkan dana ratusan triliun untuk jaring pengaman.

"Tanpa intervensi, tingkat kemiskinan bisa mencapai 10,63 persen, naik 4 juta orang dari 24 juta menjadi 28 juta," jelas Suharso ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (22/6).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2019 lalu, tingkat kemiskinan sebesar 9,22 persen atau sebanyak 24,79 juta orang. Setidaknya dengan upaya pemerintah selama masa pandemi dengan program-program perlindungan sosial diharapkan mampu menekan jumlah penduduk miskin baru menjadi sekitar 1,2 juta hingga 2,7 juta.

"Dan mudah-mudahan secara rasio masih bisa satu digit," jelas Suharso. [idr]

Baca juga:
Strategi Kemenkeu Antisipasi Lonjakan Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan
Dampak Parah Corona di Indonesia, Termasuk Pengangguran & Orang Miskin Tambah Banyak
Bos Bappenas Perkirakan Tingkat Pengangguran di 2021 Capai 12,7 Juta Jiwa
Apindo: Investasi Tinggi Belum Tentu Serapan Tenaga Kerja Lebih Banyak
Waspada Potensi Melonjaknya Angka Pengangguran 5,2 Juta Orang di Indonesia
Sri Mulyani Fokus Turunkan Pengangguran dan Kemiskinan di 2021

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini