Akademisi Dukung LIPI Lakukan Kajian Produk Tembakau Alternatif

Jumat, 24 Januari 2020 09:24 Reporter : Merdeka
Akademisi Dukung LIPI Lakukan Kajian Produk Tembakau Alternatif rokok elektrik. ©REUTERS/Mike Segar

Merdeka.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) diharapkan bisa melakukan kajian ilmiah mendalam terhadap produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik. Dengan begitu, kajian LIPI dapat menjadi solusi terhadap pro dan kontra keberadaan produk tembakau alternatif di Indonesia.

Mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerja Sama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tikki Pangestu menyatakan, LIPI merupakan lembaga independen dan terpercaya di Indonesia yang tepat untuk melakukan kajian ilmiah yang mendalam mengenai produk tembakau alternatif.

Nantinya, hasil kajian dari LIPI dapat dijadikan landasan bagi pembuat kebijakan dan seluruh pemangku kepentingan untuk membuat regulasi yang sesuai dengan profil risiko dari produk tembakau alternatif.

"Melakukan musyawarah untuk mencari titik temu terhadap masalah ini tampaknya susah. Salah satu cara adalah menunjuk satu organisasi independen dan mencari bukti ilmiahnya untuk menemukan keseimbangan dari faktor-faktor kesehatan. Misalnya LIPI sebagai organisasi independen yang harus ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo," katanya di Jakarta,.

Tikki melanjutkan Indonesia masih minim akan kajian ilmiah mengenai produk tembakau alternatif. Padahal, di sejumlah negara maju, produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik, digunakan sebagai solusi untuk mengurangi angka perokok.

"Kita juga harus adil pada perokok dewasa yang mau berhenti merokok, ini merupakan hak asasi manusia. Produk tembakau alternatif dapat menjadi solusi bagi perokok yang masih ingin terus menggunakan produk tembakau untuk beralih ke produk yang lebih rendah risikonya daripada rokok," ucap Tikki.

Selain itu, menurut Tikki, seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan industri produk tembakau alternatif harus bersikap terbuka dan mendukung adanya kajian ilmiah yang komprehensif. Sebab, kompleksitas industri produk tembakau alternatif di Indonesia sangat tinggi.

Oleh karena itu, pembuat kebijakan yang terlibat tidak hanya Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tapi juga Kementerian Keuangan yang memerlukan industri produk tembakau alternatif sebagai kontributor bagi pendapatan negara dengan jumlah yang signifikan. Pemangku kepentingan lain yang terlibat ialah petani tembakau, jumlah perokok yang mencapai lebih dari 60 juta jiwa serta dunia usaha.

"Yang penting, semua pihak yang terkait pada industri produk tembakau alternatif harus duduk bersama dan secara kolektif mencari solusi. Jangan mempertahankan posisi masing-masing," tegas Tikki.

Baca Selanjutnya: Pemerintah Diminta Beri Informasi Akurat...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Industri Rokok
  3. Rokok Elektrik
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini