Airlangga Sebut Pembatasan Kegiatan di Jawa dan Bali Bukan Pelarangan

Kamis, 7 Januari 2021 10:36 Reporter : Dwi Aditya Putra
Airlangga Sebut Pembatasan Kegiatan di Jawa dan Bali Bukan Pelarangan Menko Airlangga. ©2020 Foto: Lutfi/Humas Ekon

Merdeka.com - Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto, menegaskan kebijakan pemerintah dalam pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali bukan untuk melarang kegiatan masyarakat. Pembatasan ini dilakukan untuk mencermati dan menekan perkembangan Covid-19.

"Pertama ditegaskan ini bukan pelarangan kegiatan masyarakat yang pertama," kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (7/1).

Menteri Perekonomian itu juga meminta masyarakat tidak telalu panik dengan kebijakan yang dibuat pemerintah. Sebab, upaya pembatasan kegiatan bertujuan untuk menekan laju kasus aktif yang sudah menembus di level 100 ribu lebih.

"Yang kedua masyarakat tidak panik jangan panik. Ketiga bentuk kegiatan ini mencermati pengembangan Covid-19 yang ada kita lihat pada kondisi hari ini kasus aktifnya ada di 112.593 orang " ujarnya.

Seperti diketahui, jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 788.402 orang. Meningkat 8.854 dari data Selasa (5/1) yang masih 779.548 orang.

Adapun 8.854 kasus baru Covid-19 ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 69.908 spesimen dari 44.734 orang. Data dihimpun dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Rabu (6/1), pukul 12.00 WIB.

Pasien yang meninggal karena Covid-19 juga bertambah. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat pasien meninggal akibat Covid-19 kini menembus 23.296 orang. Bertambah 187 dari data kemarin yang masih 23.109 orang.

Selain itu, pasien sembuh dari Covid-19 juga bertambah, yakni sebanyak 6.767 dari data kemarin yang masih 645.746 orang. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini