Airlangga Bangga Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021 Tertinggi 16 Tahun Terakhir

Rabu, 15 September 2021 11:53 Reporter : Anisyah Al Faqir
Airlangga Bangga Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021 Tertinggi 16 Tahun Terakhir Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta. ©2021 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto membanggakan kinerja pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua tahun ini.

Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi mencatatkan rekor tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Mengacu pernyataan Airlangga, pertumbuhan ekonomi tertinggi pada 2005. Saat itu ekonomi nasional tumbuh di angka 5,6 persen.

Pemerintah menyebut tingginya laju pertumbuhan ekonomi di kuartal II-21021 tidak lepas dari keberhasilan strategi penanganan pandemi.

"Keberhasilan pengendalian pandemi menyebabkan pemulihan ekonomi yang mengalami tren positif hingga saat ini. Hingga Q2-2021 tumbuh 7,07 persen, tertinggi dalam 16 tahun terakhir," kata Airlangga dalam Acara UOB Economic Outlook 2022, Jakarta, Rabu (15/9).

Airlangga melanjutkan, capaian pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II tersebut juga lebih tinggi dibanding kinerja beberapa negara. Vietnam tumbuh 6,6 persen, Korea Selatan tumbuh 5,9 persen dan Arab Saudi yang hanya tumbuh 1,5 persen.

Mantan Menteri Perindustrian ini menambahkan, semua sektor tumbuh positif. Ini menunjukkan perbaikan permintaan domestik dan negara mitra dagang mengalami peningkatan. Sektor transportasi dan akomodasi tumbuh 25,1 persen. Sektor makanan minuman tumbuh 21,58 persen. Sejalan dengan pergerakan mobilitas yang mulai meningkat.

"Ini sejalan dengan mobilitas yang mulai meningkat dan mulai terkendalinya kasus Covid-19," kata dia.

Sektor industri, perdagangan dan pengolahan sebagai kontributor pertumbuhan ekonomi juga tinggi. Pada semester I-2021, berbagai indikator terus menunjukkan prospek perbaikan.

Dari kondisi ini Airlangga menyimpulkan, dampak PPKM pada Juli-Agutus hanya bersifat sementara. Sebab industri manufaktur dan pembiayaan KUR mulai meningkat. Di sisi eksternal, ekspor menunjukkan peningkatan. Sehingga neraca perdagangan surplus dengan cadangan devisa relatif tinggi sebesar USD144,8 miliar. Berbagai indikator tersebut membuat pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi di akhir tahun bisa tumbuh ekspansif.

"Melihat perkembangan ini dan strategi yang diupayakan pemerintah diharapkan pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh ekspansif di kuartal IV-2021," tutupnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini