AirAsia diprediksi bakal berhenti beroperasi di Indonesia

Rabu, 8 Juli 2015 15:01 Reporter : Idris Rusadi Putra
AirAsia diprediksi bakal berhenti beroperasi di Indonesia Air Asia. ©2014 Merdeka.com/www.airbus.com

Merdeka.com - Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia diprediksi bakal berhenti beroperasi di Indonesia karena kurang modal atau memiliki modal minus. AirAsia Indonesia disebut membutuhkan tambahan modal sekitar Rp 3 triliun untuk memenuhi syarat yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan.

Pengamat penerbangan Maybank-Kim Eng, Mohshin Azis mengatakan maskapai AirAsia tidak akan bisa mendapatkan tambahan modal hingga waktu yang ditentukan pemerintah Indonesia yaitu pada 31 Juli 2015 mendatang.

"Tidak ada yang bisa memenuhi tenggat waktu yang ditentukan pemerintah termasuk AirAsia," ucap Azis seperti dilansir dari CNBC di Jakarta, Rabu (8/7).

Sementara itu, analis dari CIMB, Raymond Yap menegaskan AirAsia Indonesia terancam kehilangan lisensi dan berhenti beroperasi. Dia menyebut, perusahaan induk AirAsia di Malaysia memang mempunyai uang, namun untuk menambah modal ke AirAsia Indonesia membutuhkan waktu setidaknya dua bulan. Ini berarti melewati masa tenggat waktu yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan.

"Ini karena harus mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk mentransfer dana ke Indonesia," katanya.

Raymond mengakui, kebijakan Kementerian Perhubungan sangat memukul AirAsia yang akan berdampak buruk hingga menutup operasional sementara.

Hingga berita ini diturunkan, pihak AirAsia Indonesia belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyebut 13 maskapai penerbangan di Indonesia memiliki modal minus. Pihak kementerian meminta kepada maskapai tersebut untuk meningkatkan permodalan karena dikhawatirkan akan mempengaruhi pengawasan keamanan. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini