Agar Mandiri, Tenaga Kerja Disabilitas Dapat Pelatihan dari Negara

Kamis, 27 Desember 2018 13:38 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Agar Mandiri, Tenaga Kerja Disabilitas Dapat Pelatihan dari Negara Kemenperin dan Kemensos Adakan Pelatihan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Hari ini Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU tentang sertifikasi, pelatihan dan penempatan tenaga kerja disabilitas. Pelaksanaan pelatihan sertifikasi kompetensi dan penempatan kerja di perusahaan industri berupa diklat 3 in 1.

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebutkan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia cukup banyak. Namun baru sedikit yang dapat hidup mandiri secara ekonomi. Dengan adanya program diklat tersebut diharapkan para penyandang disabilitas dapat memperoleh pekerjaan dan mandiri secara sosial dan ekonomi.

"Berdasarkan survei penduduk antar sensus BPS, ada 8,56 persen atau 22 juta jiwa penyandang disabilitas, ini bukan angka yang kecil. Selain itu ada data tahun 2013 tenaga kerja sebutkan diantara sekian banyak disabilitas yang nganggur ada 24 persen,n sebagai kepala rumah tagga yang seharusnya berperan dalam ekonomi keluarganya," kata dia dalam acara penandatanganan di Gedung Kemenperin, Jakarta, Kamis (27/12).

Dia menyatakan data tersebut menegaskan bahwa rantai kemiskinan di kalangan disabilitas adalah masalah yang krusial. Program diklat menjadi salah satu upaya yang jadi program prioritas untuk memutuskan rantai kemiskinan tersebut.

"Pelatihan di balai-balai di bawah Kemenperin, yang insya Allah setelah para penyandang disabilitas tersebut selesai melaksanakan diklat mereka bisa diserap oleh industri - industri yang bersedia menampung," ujar Menteri Agus yang berafiliasi dengan Kemenko PMK.

Dalam kesempatan serupa, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Kemenperin telah memiliki program diklat 3 in 1 sejak 2013. Program tersebut terkait penyiapan sumber daya manusia (SDM) di sektor industri. Kini program tersebut dapat diikuti oleh para penyandang disabilitas dengan kuota sebanyak 72.000 orang.

Dia menjelaskan, program Diklat 3 in 1 yaitu peserta diberikan pelatihan, lalu disertifikasi kompetensinya berdasarkan SKKNI, kemudian ditempatkan bekerja di perusahaan industri tanpa dipungut biaya.

"Untuk Tahun 2019 ditargetkan sebanyak 72.000 orang ikut dalam Program Diklat 3 in 1, dan peluang ini dapat dimanfaatkan oleh penyandang disabilitas untuk ikut dalam diklat tersebut," ujarnya.

Dia mengungkapkan, ada beberapa industri yang menyatakan siap menampung tenaga kerja disabilitas, diantaranya adalah industri tekstil dan alas kaki. Selain memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan industri non migas, industri tersebut juga menjadi andalan dalam penyerapan tenaga keraa karena merupakan industri padat karya. Untuk itu. Program Diklat 3 in 1 akan lebih banyak difokuskan pada penyiapan SDM di sektor industri tekstil dan alas kaki, tidak terkecuali bagi penyandang disabilitas.

"Bahkan saat ini sudah terdapat 12 perusahaan industri, yakni 7 industri alas kaki dan 5 industri tekstil/garmen yang bersedia menerima tenaga kerja penyandang disabilitas lulusan Diklat 3 in 1," tutupnya. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini