Adira Finance Soal DP Mobil dan Motor 0 Persen: Tetap Harus Hati-hati

Kamis, 17 Januari 2019 10:16 Reporter : Dwi Aditya Putra
Adira Finance Soal DP Mobil dan Motor 0 Persen: Tetap Harus Hati-hati Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan aturan baru mengenai Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang tertuang dalam peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018. Salah satu isinya yaitu OJK menetapkan uang muka down payment (DP) motor dan mobil 0 persen.

Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), Hafid Hadeli menilai kebijakan OJK tersebut akan mendorong kinerja perusahaan-perusahaan pembiayaan lainnya. Namun, dalam implementasinya, perlu dilakukan secara kehati-hatian.

"Menurut saya POJK DP 0 persen memberikan fleksibilitas kepada perusahan-perusahaan. Perusahaan tetap harus menganut prinsip kehati-hatian," katanya saat dihubungi merdeka.com, Kamis (17/1).

Hafid mengatakan, DP nol persen dimungkinkan untuk diberikan kepada nasabah-nasabah yang bagus saja. Pihaknya juga akan lebih selektif dalam memberikan pembiayaan DP nol persen kepada debitur atau customer.

"Contoh, nasabah yang sudah mempunyai track record yang bagus. Kalaupun kita lakukan, untuk customer tertentu," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2 B, Bambang W. Budiawan menyebutkan, baru 46 persen dari total 188 perusahaan pembiayaan (multi finance) yang memenuhi syarat untuk menerapkan DP 0 persen tersebut. Artinya, hanya 86 perusahaan yang dapat memberikan DP 0 persen kepada nasabahnya.

"Sekitar 46 persen perusahaan multi finance, ini harus NPF (kredit macet) di bawah 1 persen," kata Bambang saat ditemui di kantornya.

Seperti diketahui, aturan DP mobil dan motor 0 persen ini tidak bisa diterapkan untuk perusahaan pembiayaan dengan NPF netto berkisar di atas 1 persen dan di bawah 3 persen. Perusahaan ini wajib menerapkan DP untuk motor dan mobil sebesar 10 persen. Kemudian, perusahaan dengan NPF netto di atas 3 persen hingga di bawah 5 persen, wajib menerapkan uang muka untuk seluruh jenis kendaraan bermotor sebesar 15 persen. [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini