Adhi Karya nilai berlebihan BUMN disebut kuasai proyek infrastruktur

Senin, 23 Oktober 2017 15:40 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Adhi Karya nilai berlebihan BUMN disebut kuasai proyek infrastruktur Fadjroel Rachman. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pada acara penutupan Rakornas Kamar Dagang Indonesia (Kadin) 2017 beberapa waktu lalu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani menyampaikan keluhan-keluhan kepada Presiden Joko Widodo yang dialami oleh para pengusaha.

Salah satu yang menjadi keluhan adalah terkait perusahaan BUMN yang dinilai terlalu mendominasi proyek-proyek infrastruktur.

Komisaris PT Adhi Karya Tbk, Mochamad Fadjroel Rachman menilai terlalu berlebihan jika perusahaan BUMN disebut terlalu menguasai proyek infrastruktur. Sebab, faktanya hal tersebut tidak terjadi. Contohnya, BUMN kalah tender dalam proyek Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Dalam hal apakah BUMN selau menang dalam tender? Kami baru saja kalah dalam tender Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin yang menang swasta," ujarnya dalam acara Rembuk Nasional 2017 di JIExpo, Jakarta, Senin (23/10).

Selain itu, Fadjroel tak mengetahui secara pasti jumlah anak usaha BUMN yang disebut mencapai 800 perusahaan. Namun, yang pasti, katanya, Adhi Karya hanya punya tiga anak perusahaan yakni Adhi Persada Properti (APP), Adhi Persada Realti (APR) dan Adhi Persada Gedung (APG).

Menurutnya, pembentukan anak usaha mendorong ekuitas perusahaan. Salah satunya Adhi Karya, ekuitas perusahaan konstruksi pelat merah ini hanya memiliki ekuitas 5,2 persen.

Hal ini membuat berat perusahaan jika berharap melalui laba saja. Sehingga, perlu adanya pembentukan anak usaha baru untuk menambah ekuitas.

"Selain dari ekuitas, kami mengharap dari konstruksi kami hanya dapat 3-4 persen profitnya," tegas Fadjroel. [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini