ADB prediksi defisit transaksi berjalan capai 2,6 persen di 2018

Rabu, 26 September 2018 14:28 Reporter : Wilfridus Setu Embu
ADB prediksi defisit transaksi berjalan capai 2,6 persen di 2018

Merdeka.com - Asian Development Bank (ADB) memprediksi defisit transaksi berjalan (current account deficit) Indonesia masih akan melebar di tahun ini mencapai 2,6 persen. Angka ini melebar dari defisit transaksi berjalan tahun 2017 sebesar 1,7 persen.

Senior Economic Officer ADB, Priasto Aji mengatakan melebarnya defisit transaksi berjalan dipicu oleh melajunya investasi dalam negeri serta kinerja ekspor yang masih lemah.

"Current account defisit kan pada dasarnya cerminan ekonomi kita. Ada current account defisit, tapi kita lihat tujuannya untuk apa? selama ini yang cukup tinggi ini, karena kita mau investasi," kata dia saat ditemui di Kantor ADB, Jakarta, Rabu (26/9).

Menurut dia, untuk memperbaiki kinerja transaksi berjalan perlu dilakukan perbaikan. Perbaikan terutama dari sisi peningkatan kinerja ekspor serta penguatan investasi

"Memang perlu ada perbaikan ekspor perlu ditingkatkan lagi. Caranya pertama kita structure reform, harus dilanjutkan bagaimana caranya kita push ekspor, push investasi," jelasnya.

Perbaikan terhadap kinerja ekspor dan investasi, kata Aji tidak hanya memperbaiki defisit transaksi berjalan, melainkan juga dapat memberikan sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan sustainable.

"Dorong ekspor, mendorong investasi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih sustainable daripada hanya konsumsi. Beberapa tahun terakhir sudah ada mulai pergerakan dari konsumsi ke investasi. Bagaimana ke depan ditingkatkan lagi," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini