ADB: Hingga 2030, butuh USD 26 triliun untuk bangun Asia

Selasa, 21 Maret 2017 12:08 Reporter : Syifa Hanifah
pertumbuhan ekonomi. merdeka.com /Arie Basuki

Merdeka.com - Asian Development Bank (ADB) menyatakan saat ini kawasan Asia tengah berkembang pesat. Untuk itu, Asia memerlukan investasi sebesar USD 26 triliun selama 2016-2030 atau sebesar USD 1,7 triliun per tahun.

Vice President Asian Development Bank (ADB) Bambang Susantono mengatakan dana tersebut untuk memberantas kemiskinan, dan merespons perubahan iklim. Jika tidak memperhitungkan biaya tersebut, maka perlu USD 22,6 triliun atau USD 1,5 triliun per tahun untuk membangun Asia.

"ADB membuat suatu analisis kondisi Asia Pasifik ke depan, berapa yang dibutuhkan untuk infrasuktur dengan harapan bahwa negara anggota ADB tentu akan persiapkan diri untk memenuhi kebutuhan mereka untuk infrastruktur. Kesimpulan yang kami lihat per tahun dibutuhkan USD 1,5 triliun. Kalau kita juga memperhatikan faktor climate change, USD 1,5 triliun tadi bisa sampai USD 1,7 triliun," ujar Bambang di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (21/3).

Dari kebutuhan total yang sudah disesuaikan untuk iklim selama 2016-2030, diperkirakan USD 14,7 triliun untuk investasi di sektor listrik dan USD 8,4 triiiun untuk sektor transportasi.

"Investasi untuk sektor telekomunikasi akan mencapai USD 2,3 triliun, sementara sektor air dan sanitasi akan memerlukan USD 800 miliar selama periode tersebut," tuturnya.

Sementara itu, reformasi regulasi dan kelembagaan diperlukan agar investasi di lnfrastruktur dapat lebih menarik bagi investor swasta dan mampu menciptakan berbagai proyek yang layak bagi kerja sama publik swasta (KPS).

Berbagai negara perlu menjalankan reformasi yang berkaitan dengan KPS seperti mengeluarkan aturan perundang-undangan untuk KPS, merampingkan proses pengadaan dan penawaran KPS, menetapkan mekanisme penyelesaian sengketa, dan mendirikan unit independen yang mengurus KPS.

"Pendalaman pasar modal juga diperlukan guna menyalurkan tabungan yang bernilai cukup besar di kawasan ini menjadi investasi infrastruktur yang produktif," pungkasnya.

[sau]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.