Adaro sepakat ubah pembayaran transaksi USD 1,7 M per tahun menjadi Rupiah

Rabu, 3 Oktober 2018 12:42 Reporter : Anggun P. Situmorang
Adaro sepakat ubah pembayaran transaksi USD 1,7 M per tahun menjadi Rupiah Dolar Baru. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyaksikan deklarasi bersama peningkatan transaksi Rupiah antara PT Adaro Indonesia dengan PT Pertamina, PT Sapta Indra Sejati, PT Pama Persada dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama. Deklarasi tersebut dilakukan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (3/10).

Presiden Direktur Adaro Indonesia, Garibaldi Thohir, mengatakan pihaknya bersama perusahaan mitra telah sepakat akan mengganti penggunaan transaksi USD menjadi Rupiah. Selama ini transaksi penggunaan USD pada Adaro mencapai USD 1,7 miliar atau sekitar Rp 25 triliun.

"Jadi dengan ini kita sama-sama pembayaran transaksi yang tadinya USD, kita sekarang bayar pakai Rupiah. Amount nya, setahun kita melakukan pembayaran USD 1,7 miliar dan itu kalau di konversi ke Rupiah, 25 triliun," ujar Garibaldi.

Garibaldi menjelaskan, dengan adanya penggunaan Rupiah maka kebutuhan USD akan menurun. Dengan demikian, harapannya ke depan nilai tukar Rupiah terhadap USD tak lagi melemah.

"Saya juga berinisiatif saya lihat, di dalam Adaro grup memang pembayaran USD kami ke mitra-mitra kami cukup besar. Maka, kami berinisiatif. Kami sama Pertamina sudah Rupiah, Puma juga, kita ajak Pama dan SIS pembayaran dalam bentuk Rupiah. Kalau bukan kita yang konsen siapa lagi," jelasnya.

Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyambut baik adanya deklarasi tersebut. Menurutnya, hal ini sesuai dengan upaya pemerintah dalam Bank Indonesia (BI) dalam rangka mendorong penggunaan rupiah dalam negeri

"Mereka mau mengubah transaksi USD ke rupiah. Saya menyambut gembira untuk melakukan konversi dan rupiah di Indonesia. BI sudah mengeluarkan mandatory untuk transaksi dalam negeri harus pakai rupiah. Dalam konteks ini, beberapa eksportir penggunaan dolar untuk kewajiban mereka. Kami hormati itu," paparnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini