Ada Perdagangan Bebas, Gula Rafinasi Impor Asal Australia Bakal Turun Harga

Senin, 4 Maret 2019 14:10 Reporter : Dwi Aditya Putra
Ada Perdagangan Bebas, Gula Rafinasi Impor Asal Australia Bakal Turun Harga Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman soal perdagangan bebas. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Indonesia dan Australia resmi menjalin kerjasama perdagangan bebas usai dilakukan penandatangan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Perjanjian perdagangan bebas tersebut memberikan kemudahan akses pasar antar kedua negara dengan pembebasan tarif bea masuk menjadi 0 persen.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi), Adhi S Lukman, mengatakan dalam perjanjian IA-CEPA tersebut tidak semua produk impor dari Australia ke Indonesia diberikan pembebasan tarif. Salah satunya gula rafinasi asal Negara Kangguru tersebut, pemerintah hanya memberikan penurunan bea masuk gula tersebut.

"Kalau gula ini masuk dalam sensitif list, jadi tidak termasuk yang dibebaskan bea masuk 0 persen. Jadi yang tadinya tinggi jadi rendah. Itu turun menjadi 5 persen, tadinya sekitar di atas 10 persen," katanya saat ditemui di Jakarta, Senin (4/3).

Adhi mengatakan, dengan adanya penurunan bea masuk ini, gula rafinasi asal Australia akan semakin murah. Sebab, impor gula RI ke Australia secara keseluruhan apabila ditotal masih cukup besar yakni sekitar 20 persen.

"(Mempengaruhi) harga tentunya. Karena impor gula dari Australia menjadi lebi murah. Ini menjadi alternatif ketersediaan bahan baku," katanya.

Selain gula, Indonesia cukup banyak mengimpor bahan baku makanan dari Australia. Beberapa diantaranya adalah terigu, gandum, susu, buah, garam, hingga daging sapi. Dengan demikian, melalui penurunan hingga pembebasan tarif impor terhadap sejumlah bahan baku asal negeri Kanguru ini akan berpengaruh besar terhadap harga makanan dan minuman dalam negeri.

"Tentunya perdagangan bebas akan berpengaruh terhadap harga, seperti gula rafinasi, ini akan jadi lebih murah. Sehingga gula rafinasi bisa jadi alternatif ketersediaan bahan baku," pungkasnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini