Ada Perang Rusia-Ukraina, Airlangga Harap Ekonomi RI Tetap Terjaga

Senin, 23 Mei 2022 20:14 Reporter : Merdeka
Ada Perang Rusia-Ukraina, Airlangga Harap Ekonomi RI Tetap Terjaga Menko Airlangga Hartarto. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk yang paling tinggi di Asia Tenggara. Di mana pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 mencapai 5,01 persen.

Meski demikian, masih ada berbagai tantangan yang akan dihadapi Indonesia dengan adanya perang Rusia-Ukraina. Di sektor pangan, perang ini mempengaruhi produksi perusahaan mie, karena 40 persen bahan baku mie diimpor dari Ukraina.

“Kami mengimpor 40 persen gandum dari Ukraina, tapi itu fakta. Perusahaan mie di kami yang pada saat ini mereka dapat mengubah harga, sehingga ini berpengaruh pada inflasi dari mie dalam tiga tahun terakhir mendekati nol," katanya dalam Indonesia Economic Outlook and G20 Precidency, Davos, mengutip siaran daring, Senin (23/5).

Dia menjelaskan, kontrak gandum dan pupuk antara Indonesia dan Ukraina masih berlaku hingga September tahun ini. Adanya kondisi ini, dia berharap pertumbuhan di kuartal II 2022 ini bisa mengalami perbaikan.

"Banyak harga pangan meningkat lebih dari 1,7 poin dalam index, jadi saya pikir ini fakta yang dialami oleh seluruh dunia termasuk indonesia," imbuhnya.

Sementara di sektor energi, harga minyak tetap tinggi, meski produksi meningkat. Dia pun sempat mendiskusikan harga energi dengan menteri terkait Saudi Arabia.

"Mereka ingin meningkatkan produksi mereka tetapi prospek minyak masih sekitar USD100-200 per barel menjelang akhir tahun. Nah itulah salah satu tantangan di bidang energi," katanya.

Di sisi lain, dalam pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia, kali ini membawa tiga isu sentra. Yakni, persiapan arsitektur kesehatan, transformasi digital, dan transisi energi.

Semua negara yang terlibat perlu untuk memperhatikan negara lainnya dalam bangkit dari pandemi Covid-19. Di antaranya mendistribusikan bantuan dari negara maju ke negara berkembang. Dia mencontohkan negara Afrika yang masih banyak belum memiliki akses vaksin perlu dibantu oleh negara maju lainnya.

Kedua, adalah adanya transformasi digital. Di bidang ekonomi, Airlangga menaksir diigtalisasi telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indoneisa. Dia menyebut juga proyeksi pertumbuhan ekonomi ASEAN yang ditopang digitalisasi.

"Proyeksi ekonomi ASEAN pada 2025 akan mencapai USD 300 Miliar dari sektor digital, jadi saya kita ini adalah tantangannya, transformasi digital, bagaimana memastikan infrasktur digital juga dibahas dalam G20," katanya.

Kemudian, topik ketiga adalah membahas mengenai transisi energi yang jadi perhatian dunia global saat ini. Menteri Energi berbagai negara disini membahas mengenai transisi dari berinvestasi pada energi fosil.

"Indonesia berkomitmen dalam pertengahan abad ini kita dapat mengubah sebagian besar energi terbarukan, setidaknya pada 2050 sebesar 30 persen dari energi baru terbarukan," jelasnya.

Namun dia juga mengakui ada hal yang bisa menjadi kendala. Yakni terkait dengan pembiayaan untuk melakukan transisi energi. Dia mengusulkan adanya skema blended finance yang bisa dilakukan.

"Jadi kita tak bisa melakuan transformasi tanpa adanya pembiayaan," ujarnya.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Sri Mulyani: Ekonomi RI di Kuartal I Cukup Baik Dibanding Negara Lain
Sri Mulyani Waspadai 3 Tantangan Buat Ekonomi Melemah
Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2022 Hampir Merata
UMKM Hingga Ekonomi Digital akan Diperkuat Sebagai Sumber Pertumbuhan Baru
Atasi Krisis Pangan Dunia, Jerman Bakal Gelontorkan Rp6,65 Triliun
Terancam Krisis, Negara di Dunia Serukan Perang Rusia-Ukraina Dihentikan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini