Ada Pembenahan Stasiun Manggarai, Tarif KRL Dipastikan Belum akan Naik

Rabu, 25 Mei 2022 20:07 Reporter : Merdeka
Ada Pembenahan Stasiun Manggarai, Tarif KRL Dipastikan Belum akan Naik krl. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memastikan tarif kereta rel listrik (KRL) belum akan mengalami kenaikan. KCI masih mematok tarif lama meskipun Kementerian Perhubungan akan melakukan pembenahan di Stasiun Manggarai.

Sejumlah kemudahan diklaim akan bisa dinikmati oleh pengguna KRL. Baik yang transit maupun tidak transit di Stasiun Manggarai. Di samping itu, pembangunan double-double track juga akan meningkatkan headway tiap kereta.

"Soal tarif sampai saat ini tarif KRL masih sama, belum ada kenaikan," kata VP Corporate Secretary KCI, Anne Purba salam Ngobrol Bareng Komunitas Kereta Api (Ngobras) Persiapan Switch Over (SO) 5 stasiun Manggarai, Rabu (25/5).

Dia mengatakan, pembangunan dan peningkatan fasilitas akan memperhatikan tarif yang berlaku. Pihaknya memastikan akan memberikan layanan yang lebih baik untuk pelanggan KRL.

"Yang perlu kamu sampaikan adalah dalam memberikan pelayanan itu, kita bisa berdasarkan memang apa yang dibayarkan teman-teman penumpang dan dari subsidi," katanya.

Dia menyebut, rencana kenaikan tarif KRL masih jadi perbincangan bersama dengan Kementerian Perhubungan. "Masih terus dievaluasi," katanya.

Di sisi lain, dia juga memastikan akan menwadahi berbagai masukan dari banyak pihak terkait penyesuaian tarif ini. Pihak KCI menggandeng komunitas pengguna KRL sebelum melakukan penyesuaian nantinya.

"Kami juga bekerja sama dengan ahli menggelar FGD, melakukan survei seperti apa sih kesiapan kita baik dari kemampuan kita ketersediaan kita untuk menaikkan tarif, ini masih dalam tahap kajian sosialisasi kepada komunitas," katanya.

"Berdasarkan masukan-masukan tersebut nanti belum dilakukan penaikan tarif. Nanti kita update lagi," imbuh Anne.

2 dari 2 halaman

Rencana Pemerintah

Diketahui, pemerintah berencana untuk menaikkan tarif KRL dari semula Rp3.000 per 25 Km pertama menjadi Rp5.000 per 25 Km pertama. Sementara, tarif tetap Rp1.000 setiap 10 Km selanjutnya.

Pengamat Transportasi, Darmaningtyas menyebut meski ada kenaikan tarif, hal itu tak akan memberatkan masyarakat. Ini berlandaskan pada survei yang dilakukan terkait kemampuan dan kemauan membayar tarif.

"Dari survei sepertinya itu masyarakat tak keberatan kalau naik Rp2.000 atau Rp3.000, itu saya rasa gak keberatan," katanya.

Dia turut membandingkan dengan tarif yang harus dikeluarkan oleh pelanggan ojek online. Di mana tarif itu jauh lebih tinggi ketimbang kenaikan tarif KRL. Atas survei dan data yang dimilikinya, Darmaningtyas memandang pemerintah yang masih mengerem kenaikan tarif tersebut.

"Karena naik ojol itu setiap saat naik toh gak ada keberatan, yang keberatan itu kan pak menteri, pak menterinya masih mikir-mikir padahal sebetulnya naik Rp2.000 - Rp3.000 juga gak masalah," tukasnya.

[idr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini