Ada Pandemi, Penyerapan Biodiesel Turun Jadi 8,4 Juta KL di 2020

Kamis, 14 Januari 2021 15:22 Reporter : Merdeka
Ada Pandemi, Penyerapan Biodiesel Turun Jadi 8,4 Juta KL di 2020 Biodiesel B-100. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi penyerapan biodiesel sepanjang tahun 2020 mencapai USD 8,4 juta kilo liter (KL) dari alokasi yang ditetapkan sebesar USD 9,55 juta KL. Penurunan ini disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19, seiring dengan menurunnya konsumsi solar.

"Jadi terjadi penurunan penyerapan biodiesel di 2020 sebesar 12 persen dari alokasi 2020," jelas Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam konferensi pers Ditjen EBTKE, Kamis (14/1).

Sementara itu, dibandingkan dengan target purchase order (PO), realisasi penyerapan biodiesel tahun 2020 mencapai 90,08 persen dari target PO sebesar 9,33 juta KL.

Adapun, pemanfaatan biodiesel ini berkontribusi pada penghematan devisa sebesar Rp 38,31 triliun atau sekitar USD 2,66 miliar (perhitungan menggunakan rata-rata MOPS Solar 2020 sebesar USD 50 per BBL dan kurs Rp.14.000 per USD).

"Jadi pemanfaatan biodiesel selain dari sisi bagaimana mengurangi impor, menghemat devisa, tapi juga terjadi sisi perbaikan kualitas bahan bakar khususnya dari terhadap emisi karena ini memperbaiki gas buang juga meningkatkan nilai sawitnya itu sendiri dari selama ini diekspor jadi CPO (Crude Palm Oil)," ujarnya.

Di tahun 2021, penyerapan biodiesel ditargetkan mencapai 9,2 juta KL. "Suplai dari 10 perusahaan BBN (bahan bakar nabati) dan disalurkan 20 perusahaan BBN," katanya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini