Ada Monopoli di Bisnis Pelumas Matikan Pengusaha Kecil

Kamis, 3 September 2020 18:34 Reporter : Sulaeman
Ada Monopoli di Bisnis Pelumas Matikan Pengusaha Kecil Ilustrasi Pelumas. ©Liputan6.com

Merdeka.com - Ketua Dewan Penasehat Perhimpunan Distributor, Importir, dan Produsen Pelumas Indonesia (PERDIPPI), Paul Toar, meminta masyarakat aktif mengawal lanjutan persidangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) atas dugaan tindak monopoli minyak pelumas oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Sebab, praktik monopoli dinilai merugikan perekonomian nasional dan konsumen.

"Masyarakat harus mengawal kelanjutan dugaan praktik monopoli oleh salah satu perusahaan raksasa otomotif (AHM). Praktik monopoli ini sangat merugikan konsumen dan pengembangan ekonomi nasional," ujar dia dalam webinar bertajuk 'Dugaan Praktik Monopoli dalam Bisnis Pelumas dan Perlindungan Konsumen' Kamis (3/9).

Paul mengatakan bahwa di dalam dunia usaha pelumas, kebanyakan diisi oleh para pelaku usaha berskala kecil. Sehingga praktik monopoli sangat merugikan pengembangan sektor usaha pelumas. "Ini ujungnya juga akan berdampak pada pengembangan ekonomi nasional," jelasnya.

Selain itu, praktik monopoli di sektor usaha pelumas juga akan merugikan konsumen. Di mana konsumen akan kehilangan hak memilihnya dan menanggung biaya pelumas yang tinggi.

"Kan konsumen kehilangan hak memilihnya. Selain itu konsumen juga harus menanggung harga yang tinggi. Sebab, mereka tidak bisa memilih menggunakan pelumas dengan kualitas sama dengan harga yang lebih murah," paparnya.

Oleh karena itu, dia mengimbau keterlibatan masyarakat untuk mengawal proses persidangan lanjutan dugaan praktik monopoli yang digelar oleh KPPU. Pun, keterlibatan masyarakat juga diharapkan dapat memangkas doktrin yang selama ini ditanamkan oleh perusahaan yang diduga kerap melakukan praktik monopoli.

"Pemegang merek kendaraan seperti itu, telah membentuk mindset masyarakat. Kalau kendaraannya merek A, maka Oli yang harus dipakai adalah merek A. Namun, kalau kendaraan merek B, olinya juga harus merek B. Jika tidak, maka garansi akan hilang," tukasnya.

Baca Selanjutnya: Monopoli Rugikan Konsumen...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini