Ada Larangan Mudik, Permintaan Kebutuhan Pokok di Jakarta Bakal Tinggi

Rabu, 21 April 2021 20:30 Reporter : Anisyah Al Faqir
Ada Larangan Mudik, Permintaan Kebutuhan Pokok di Jakarta Bakal Tinggi Pasar tradisional. ©Liputan6.com/Bawono Yadika

Merdeka.com - Pemerintah secara resmi melarang masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini. Kebijakan ini diambil untuk mengendalikan penyebaran virus corona selama libur Lebaran.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan Ingratubun mengatakan pasokan kebutuhan masyarakat harus diperkuat karena ada aturan tersebut. Larangan mudik tersebut akan berimbas pada persediaan pasokan bahan kebutuhan pokok di ibu kota.

"Kita harus sediakan kebutuhan masyarakat yang tidak pulang, buat yang enggak mudik," kata Ikhsan dalam Dialog Rabu Utama: Geliat Transaksi Setelah Vaksinasi, Jakarta, Rabu (21/4).

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI), Ferry Juliantono. Bukan hanya ketersediaan kebutuhan Lebaran saja, tetapi juga menjamin harga pasokan tetap terjangkau.

Maka, strategi yang perlu diambil yaitu menghubungkan langsung antara pedagang pasar dengan produsen bahan pokok. Memutus rantai distribusi yang panjang agar harga lebih terjangkau dan pedagang pasar mendapat untung yang cukup.

"Pasokan ini harus langsung dari produsen ke pedagang pasar agar harganya lebih terjangkau," kata Ferry.

Dia menjelaskan, selama ini setiap kali menghadapi hari-hari besar harga pasokan diatur pihak ketiga. Pihak yang menjembatani antara produsen dan pedagang di pasar.

Permainan harga dimainkan pihak ketiga. Mengurangi pasokan dengan melakukan penimbunan agar harga produk menjadi tinggi saat dibeli pedagang pasar. Manisnya permintaan tinggi dari masyarakat tak dirasakan pedagang pasar.

"Selama ini harga dimainkan pihak ketiga, untung yang diambil pedagang relatif kecil sekali," kata dia.

Baca Selanjutnya: Harga Gula Pasir...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini