Ada Larangan Mudik, Pedagang Kecil di Jalur Pantura Menjerit

Senin, 27 April 2020 12:52 Reporter : Sulaeman
Ada Larangan Mudik, Pedagang Kecil di Jalur Pantura Menjerit Pedagang oleh-oleh jalur Pantura. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah resmi melarang pelaksanaan mudik hari raya Idul Fitri 1444 Hijriyah, sejak Jumat (24/4). Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19 di Tanah Air yang kian masif.

Kendati demikian, aturan larangan mudik juga ikut memutus pendapatan harian pedagang musiman yang kerap muncul saat pelaksanaan mudik lebaran berlangsung di jalur mudik pantai utara Jawa (Pantura) wilayah Kabupaten Cirebon. Lantaran jumlah pemudik yang sepi melintasi jalur favorit menuju sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah dan seterusnya.

"Ya mudik ini kan musimnya kita mencari rezeki. Kalau dilarang, otomatis pendapatan kita hilang, terus mau makan apa?," kata Sarmini seorang pedagang musiman saat dikonfirmasi Merdeka.com, Senin (27/4).

Dia mengatakan, sebagai pedagang musiman yang hanya menyediakan berbagai makanan sederhana seperti, mie intan, roti, aneka gorengan dan minuman ringan, mudik lebaran merupakan momen emas untuk meraup rupiah. Sebab banyak kaum urban yang melakukan perjalanan jauh menuju kampung halaman akan memanfaatkan warung musiman sebagai tempat beristirahat untuk mengembalikan energi tubuh yang terkuras.

Tentunya perputaran uang di bisnis ini sangat menjanjikan. Bahkan dalam sehari Sarmini bisa mengantongi omzet minimal Rp700.000 dan akan semakin meningkat saat mendekati puncak musim mudik lebaran yang bisa mencapai Rp2.000.000.

"Sekarang boro-boro kita untung. Cari Rp100 ribu juga susahnya setengah mati," imbuh dia.

Baca Selanjutnya: Pemasukan dari Warga Lokal...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini