Ada Kelompok Terusik Atas Aksi Transformasi BUMN Menteri Erick

Jumat, 26 November 2021 15:47 Reporter : Dwi Aditya Putra
Ada Kelompok Terusik Atas Aksi Transformasi BUMN Menteri Erick Erick Thohir. istimewa ©2021

Merdeka.com - Ketua Umum Pergerakan Rakyat Berdaulat, Wahab Talaohu menilai, upaya Menteri BUMN Erick Thohir melakukan reformasi dan transformasi di tubuh BUMN semakin mengusik kelompok antiperubahan. Beberapa kali Menteri Erick bahkan mendapat serangan, hoaks dan fitnah.

"Kita sudah melihat ada kelompok antiperubahan yang sedang melancarkan serangan sistematis untuk menghentikan niat baik tersebut," kata dia di Jakarta, Jumat (26/11).

Dia menekankan, upaya transformasi dan reformasi di tubuh BUMN adalah amanat konstitusi karena berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, sekaligus demi merealisasikan visi dan misi presiden agar BUMN punya daya saing dan mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman.

Dia menilai, Menteri Erick telah melakukan transformasi menyeluruh, tidak hanya bisnis tapi sisi operasionalnya, transformasi human capital. Keluarga besar BUMN, induk BUMN, mau pun anggota BUMN disatukan dalam misi sama: BUMN untuk Indonesia dengan nilai-nilai yang sama sebagai core value yaitu AKHLAK.

"Maka kita bisa pastikan bahwa kelompok anti perubahan di tubuh BUMN, adalah mereka yang tidak punya akhlak. Sengaja melemahkan kinerja Menteri ET," ucap Wahab.

Meski mendapat serangan, fitnah dan hoaks, Wahab yakin kepemimpinan Menteri Erick dalam melakukan reformasi dan transformasi di tubuh BUMN tidak akan surut. Tetapi akan terus konsisten di jalan perubahan.

2 dari 2 halaman

Petugas Swab Pertamedika IHC: Erick Thohir Bayar PCR Sendiri

pertamedika ihc erick thohir bayar pcr sendiri

Sebelumnya, Tim Homecare PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation atau Pertamedika IHC, Gimbong Budhi Bahtera meyakini komitmen Menteri BUMN Erick Thohir kala membantu negara dan masyarakat dalam penanganan pandemi.

Dia mengaku sebagai saksi, Menteri Erick membayar sendiri dalam setiap tes PCR yang dilakukan. Tak hanya untuk dirinya sendiri, mantan Bos Inter Milan itu juga menanggung PCR maupun obat-obatan untuk seluruh tim dan asisten rumah tangganya dengan biaya sendiri

"Dari awal sampai sekarang ya bayar sendiri di RSPP, tidak ada memanfaatkan wewenang apa pun," ujar Gimbong dalam keterangannya, ditulis Kamis (25/11).

Menurutnya, Menteri Erick sejak awal duduk sebagai pejabat negara telah menanggalkan seluruh posisinya di perusahaan. Alasannya menghindari timbulnya konflik kepentingan. Dia yakin, Menteri Erick menyadari betul vitalnya sektor kesehatan dalam mengeluarkan Indonesia dari pandemi.

"Sejak awal, beliau berkomitmen mengatasi kesehatan dulu baru ekonomi karena sektor ekonomi tidak mungkin pulih tanpa adanya pemulihan di sektor kesehatan terlebih dahulu," ucapnya.

[bim]

Baca juga:
Pengelolaan Bandara Kualanamu oleh India Dinilai Tak Tepat, ini Alasannya
Menteri Erick Thohir Video Call Ustaz, Ingat Pernah Dipukul Penggaris Pas Ngaji
Erick Thohir Ungkap 4 Tips Sukses untuk Bisa Kaya Atau Mau Menjadi Menteri
Bandara Kualanamu Dikelola Perusahaan India, Apa Keuntungan untuk Indonesia?
Pupuk Indonesia Dorong Program Makmur Perkuat Ekonomi Nasional
Penyaluran KUR Bank Mandiri Capai Rp 31,75 T per Oktober 2021
Pesan Haru Menteri Erick Thohir di Hari Guru

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini