Ada IEU-CEPA, Ekspor Indonesia akan Meningkat 5,4 Persen

Jumat, 2 April 2021 18:30 Reporter : Dwi Aditya Putra
Ada IEU-CEPA, Ekspor Indonesia akan Meningkat 5,4 Persen Wamendag Jerry Sambuaga. istimewa ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia dan Uni Eropa telah menuntaskan Putaran ke-10 perundingan Indonesia-European Union (IEU) CEPA. Kedua belah pihak optimistis perjanjian ini segera selesai.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan, bagi Indonesia perundingan ini penting karena membuka potensi peningkatan ekspor, dukungan bagi industri dalam negeri dan peningkatan investasi. Dia menilai ada peluang yang cukup besar dari IE CEPA untuk peningkatan ekspor.

"Berdasarkan studi CSIS, dengan IEU-CEPA, ekspor Indonesia bisa meningkat 5,4 persen," katanya di Jakarta, Jumat (2/4).

Menurut Jerry, Indonesia harus mampu berkompetisi dengan Vietnam lewat perjanjian perdagangan. Selama ini, beberapa produk andalan Indonesia memang bersaing ketat dengan negara-negara ASEAN maupun negara lain di kawasan Amerika Selatan dan Afrika.

Sebagai contoh adalah produk kelapa sawit dan turunannya, buah tropis, tekstil, kertas, pakaian, alas kaki dan lain-lain. Tanpa pengamanan perdagangan melalui perjanjian khusus, hambatan tariff dan non tariff produk Indonesia ke Uni Eropa akan diberlakukan dengan ketat.

Keuntungan kedua dari penyelesaian IEU-CEPA adalah meningkatnya industri dalam negeri. Menurut Jerry, kebangkitan industri sangat dipengaruhi oleh akses perdagangan yang luas.

"Pemasaran adalah syarat mutlak bagi industri manapun. Karena itu kita perlu terus menjaga akses pemasaran dan mata rantai supply ini agar industri kita bangkit," katanya.

Dia menambahkan yang dimaksud industri bukan hanya industri besar tetapi juga UMKM. Dia optimistis melihat peluang upscale bagi UMKM Indonesia jika IEU-CEPA dan perjanjian perdagangan lain bisa dimanfaatkan dengan optimal.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

ada ieu-cepa, ekspor indonesia akan meningkat 5,4 persen

Dampak positif ketiga yang didapat dari penyelesaian IEU-CEPA adalah meningkatnya investasi. Jerry berpendapat bahwa perdagangan yang makin intensif tentu akan meningkatkan industri dan pada gilirannya akan membuat Indonesia akan menarik bagi investasi baik dari dalam maupun luar negeri.

Dengan meningkatnya investasi makin banyak tenaga kerja terserap dan makin banyak potensi masyarakat yang muncul. Pada akhirnya kesejahteraan akan meningkat dan Indonesia bisa memperkuat kedudukannya sebagai negara dengan kekuatan ekonomi besar.

Maka dari itu, menurutnya, Kemendag tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kerjasama yang baik dengan kementerian dan lembaga lain. Itulah sebabnya Mendag dan Wamendag sangat aktif menjalin komunikasi dan sinergi dengan K/L lain.

"Roadshow terus agar kerja Kabinet Indonesia Maju bisa komprehensif dan integratif, termasuk dalam perdagangan dan industri. Bukan hanya di sektor perkotaan tetapi juga desa-desa harus ikut merasakan dampak. Itu yang saya bicarakan dengan Pak Menperin tadi," tukasnya.

[bim]

Baca juga:
Pemerintah dan DPR Setujui RUU IE-CEPA
Indonesia Negosiasi 11 Perjanjian Dagang Baru
Indonesia Telah Kantongi 22 Perjanjian Dagang Bebas
Indonesia-AS Kerja Sama untuk Pulihkan Ekonomi
Menperin Agus Lobi Toyota Buka Keran Ekspor Kendaraan dari RI ke Australia
Besok, Menperin Agus Bertemu Pemerintah Jepang Bahas Perjanjian CEPA
Perjanjian Dagang Bebas dengan Eropa Genjot Penjualan Produk Sawit Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini