Ada Dana Rp1.200 T Mengendap di Perbankan Akibat Rendahnya Permintaan Kredit

Rabu, 25 November 2020 14:08 Reporter : Sulaeman
Ada Dana Rp1.200 T Mengendap di Perbankan Akibat Rendahnya Permintaan Kredit Aktifitas Teller Bank BRi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Sunarso, mengungkapkan saat ini ada Rp1.200 triliun dana kredit yang mengendap di perbankan akibat turunnya permintaan sebagai dampak pandemi Covid-19. Jumlah tersebut mengacu pada rasio pinjaman terhadap simpanan bank atau loan to deposit ratio (LDR) yang pada Oktober ini cukup longgar di level 82,79 persen.

Sedangkan, kata Bos BRI, pada kondisi normal sebelum adanya pandemi, LDR bank berada di level 92 persen. Alhasil, terdapat selisih sekitar 10 persen.

"LDR di perbankan saat ini di level 82 persen, sementara ke ideal itu 92 persen. Artinya ada dana Rp1.200 triliun duit yang tidak tersalurkan dalam bentuk kredit. Itu (Rp1.200 triliun) selisih LDR duit terjebak tidak bisa disalurkan," jelasnya dalam webinar Economic Outlook 2021, Rabu (25/11).

Sunarso menjelaskan, saat ini pertumbuhan kredit baru masih mengalami tekanan akibat dampak pandemi Covid-19. Tercatat, kredit perbankan hanya tumbuh 0,47 persen menjadi Rp 5.480 triliun pada Oktober lalu.

Adapun, penyebabnya ialah masih terganggunya aktivitas bisnis sebagai dampak kebijakan pengetatan aktivitas sosial yang diterapkan di sejumlah daerah. Imbasnya UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional terpukul paling depan.

Baca Selanjutnya: UMKM Bakal Pulih Lebih Awal...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini