Ada Covid-19, Industri Olahraga Dunia Kehilangan Pendapatan Hingga 50 Persen

Selasa, 30 Juni 2020 10:51 Reporter : Sulaeman
Ada Covid-19, Industri Olahraga Dunia Kehilangan Pendapatan Hingga 50 Persen Menko Airlangga. ©2020 Tebe/Humas Ekon

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 membuat pendapatan industri olahraga global diproyeksikan terpangkas hingga 50 persen atau menjadi USD 73,3 miliar di tahun ini. Padahal target pra-pandemi di industri ini mencapai USD 135,3 miliar.

"Industri olahraga global sangat terdampak. Olahraga sebagai penyumbang kegiatan ekonomi hampir mencapai USD 140 miliar mengalami penurunan," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam webinar via YouTube, Selasa 30/6).

Airlangga menjelaskan terpangkasnya penerimaan industri olahraga global disebabkan oleh penundaan sejumlah pertandingan dari berbagai cabang olahraga lumbung uang. Di antaranya liga-liga sepakbola dunia yang digeser pelaksanaannya ke tahun 2021.

Namun, apabila terpaksa digelar pada tahun ini. Sejumlah negara mewajibkan penyelenggaraan pertandingan tanpa penonton yang artinya klub elite dunia bakal kehilangan penerimaan dari keuntungan penjualan tiket.

Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) ini juga menyebut turunnya pendapatan industri olahraga juga dipengaruhi oleh penundaan pelaksanaan Olimpiade 2020 di Jepang. Imbasnya industri tersebut mengalami kerugian hingga USD 13,4 miliar akibat biaya yang telah di keluarkan panitia untuk perbaikan prasarana dan sarana penunjang.

Meski begitu, cabang olahraga e-sports justru mencatatkan torehan positif selama pandemi global ini berlangsung. Hal ini diakibatkan oleh meningkatnya penggunaan akses internet di sejumlah negara.

"Tapi kan e-sports ini belum se-familiar olahraga lainnya. Dan harus diakses melalui gadget untuk melakukannya," tukasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini