Achmad Hamami, mantan pilot AL di lingkaran orang terkaya dunia

Rabu, 5 Maret 2014 14:55 Reporter : Wisnoe Moerti
Achmad Hamami, mantan pilot AL di lingkaran orang terkaya dunia

Merdeka.com - Pria ini mulai aktif berbisnis pada dekade 1970-an. Dengan mengibarkan bendera Trakindo Utama, Achmad Hamami mendapat kepercayaan menjadi agen produk Caterpillar di Indonesia. Trakindo menjadi pemain utama bisnis sektor alat berat, konstruksi, dan infrastruktur di dalam negeri.

Produk Caterpillar yang didistribusikan Trakindo antara lain alat berat, diesel, dan mesin produksi gas. Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini fokus menjual onderdil resmi, catalog produk, dan jasa perbaikan alat berat. Jasa perbaikan untuk memberikan jaminan pada konsumen bahwa produk yang dijual Trakindo tidak akan rusak.

Di usianya yang kini menginjak 83 tahun, Achmad Hamami masih sukses bertahan di jajaran miliuner dunia. Dari data yang baru dilansir Forbes, Achmad masuk lingkaran 1.000 orang terkaya sejagat. Menurut versi Forbes, harta kekayaan Achmad saat ini menyentuh USD 1,6 miliar.

Sebenarnya Achmad Hamami bukan orang yang dilahirkan untuk menjadi pebisnis. Sebelum menggeluti dan fokus pada bisnis alat berat, Achmad merupakan pilot Angkatan Laut. Bisa jadi, Achmad masuk salah satu jajaran purnawirawan militer yang sukses berbisnis.

Hamami menempuh pendidikan militer di Angkatan Udara Belanda. Dia berhasil lulus sebagai kolonel termuda di akhir 1960. Karena kondisi lingkungan kerjanya, Hamami memutuskan keluar dari keanggotaannya di militer sekaligus memulai langkah menjadi pebisnis dengan membuka kursus matematika di rumahnya.

Kesuksesan bisnis Hamami mulai terlihat ketika mendirikan PT Trakindo Utama. Reputasi Hamami yang bersih ketika berkarier di dunia militer membuat perusahaan alat berat asal Amerika Serikat, Caterpillar melirik perusahaannya sebagai distributor resmi Caterpillar di Indonesia. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Orang Terkaya
  2. Forbes
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini