Abah Odil, tukang bubur naik haji beromzet bisnis Rp 1,3 miliar

Jumat, 3 April 2015 07:05 Reporter : Darmadi Sasongko
Abah Odil, tukang bubur naik haji beromzet bisnis Rp 1,3 miliar Wirausaha Abah Odil tukang bubur. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Tukang bubur Naik Haji ternyata tak hanya cerita sinetron televisi. Ate Rushendi membuktikan bahwa perjalanan hidup tukang bubur naik haji juga terjadi di dunia nyata, tanpa rekayasa atau skenario.

Dari tukang bubur keliling, Ate Rushendi atau akrab disapa Abah Odil kini menjelma menjadi pengusaha bubur ternama di Malang, Jawa Timur. Bubur menjadi bagian dari perjalanan hidup Abah Odil. Dari sekian usaha yang coba dijalaninya, Abah Odil menetapkan hati untuk menjadi tukang bubur.

"Bisnis sebagai tukang bubur berangkat dari keterpurukan, habis-habisan, ekonomi saya di bawah minus. Barang-barang banyak yang ikut terjual. Ini bisnis sudah ke-19 kali, dari saat masih bekerja sebagai karyawan, sampai keluar dari pekerjaan," kenang Abah Odil saat berbincang dengan merdeka.com di salah satu cabangnya di ruko Jalan Soekarno - Hatta, Kota Malang, Kamis (1/4).

Setelah mencoba pelbagai peluang usaha dan selalu gagal, Abah akhirnya memilih dan mulai mendorong gerobak bubur pada 2004. Dia sadar betul usaha yang dirintisnya itu tidak langsung mendatangkan keuntungan besar. Butuh usaha keras dan energi maksimal untuk mewujudkannya. Apalagi warga Kota Malang identik dengan makanan bakso dan nasi pecel.

Pertama kali mendorong gerobak bubur, omzet Abah Odil hanya Rp 15.000 per hari. Agar bisa bertahan, Abah Odil menambah modalnya. Namun bukan dalam bentuk uang, melainkan berupa kesabaran.

"Saya berusaha sabar, saya sedang diuji. Keesokan harinya kami untung Rp 18.000, kemudian naik menjadi Rp 25.000. Sabar, sabar dan tawakal," ungkapnya. [noe] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini