8 Bulan jadi menteri, Rini Soemarno dinilai hamburkan uang negara

Senin, 8 Juni 2015 14:19 Reporter : Idris Rusadi Putra
8 Bulan jadi menteri, Rini Soemarno dinilai hamburkan uang negara Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Rini Soemarno. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Di mata Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), kinerja Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno belum sesuai harapan. Terlalu banyak uang negara yang dihamburkan dan tidak berkorelasi dengan hasil maksimal untuk negara.

Sekjen FITRA Yenny Sucipto menuturkan, uang negara yang dimaksudkan adalah Penyertaan Modal Negara (PMN). Tahun ini, PMN sebesar Rp 70 triliun digelontorkan dengan tujuan meningkatkan kinerja perusahaan BUMN.

Namun besarnya suntikan modal negara ke perusahaan pelat merah tak berbanding dengan setoran laba perusahaan BUMN ke negara. "Sayangnya target dividen ke negara tahun 2015 hanya Rp 9 triliun," ujar Yenny melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Senin (8/6).

Menurutnya, turunnya pendapatan negara dari dividen BUMN tidak mendasar mengingat nilai aset BUMN telah mencapai Rp 4.216 triliun per 31 desember 2013. Dalam pandangannya, sesungguhnya BUMN menjadi salah satu potensi pendapatan terbesar negara selain pajak.

"Tidak bisa dipungkiri, dalam hal ini pengelolaan pemasukan dan pengeluaran BUMN menggunakan dana APBN tidak pernah dikelola dengan baik dan rawan korupsi," tegasnya.

FITRA juga mengkritik Rini Soemarno yang sudah delapan bulan jadi menteri namun belum melaporkan harta kekayaannya. Padahal itu merupakan kewajiban bagi seorang pejabat negara. Apalagi, kata dia, pejabat BUMN rata-rata kaya raya dan tidak teraudit.

"Hingga saat ini, dalam catatan FITRA. Menteri BUMN belum melaporkan LHKPN ke KPK. Pelaporan LHKPN BUMN mendapatkan catatan buruk," ucapnya.

FITRA mendesak Presiden Joko Widodo memperingatkan menteri yang membandel dan belum melaporkan LHKPN. Termasuk Menteri BUMN dan jajaran pejabat BUMN yang belum melaporkan harta kekayaan.

"Karena disinyalir, jajaran BUMN juga banyak yang berekening gendut." [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Rini Soemarno
  2. BUMN
  3. FITRA
  4. LHKPN
  5. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini