6 Bukti bisnis sektor energi sarang korupsi

Kamis, 4 September 2014 06:03 Reporter : Wisnoe Moerti
6 Bukti bisnis sektor energi sarang korupsi kilang minyak pertamina di cilacap. ©2014 merdeka.com/angga yudha pratomo

Merdeka.com - Penetapan status Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin memperkuat anggapan kotornya bisnis di sektor mineral dan gas (migas).

Terlebih, sebelum Jero Wacik sudah ada beberapa orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi dan suap di bisnis sektor migas. Sebut saja mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, mantan Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno, hingga anggota DPR Komisi VII yang membidangi sektor migas, Sutan Bhatoegana.

Sudah sejak lama KPK mengendus bau anyir bisnis migas yang sarat penyimpangan. Sejak tahun lalu, lembaga antirasuah itu dikabarkan mulai mengusut dugaan korupsi di sektor industri migas yang terkenal 'basah' itu. Tidak hanya KPK, Kejaksaan Agung juga sudah mengendus bahkan mulai mengusut dugaan korupsi di sektor migas.

Kejaksaan Agung mengungkap adanya praktik korupsi dalam proyek pemulihan kondisi tanah dengan bantuan mikroorganisme (bioremediasi) akibat eksplorasi minyak fiktif dilakukan oleh PT Chevron Pacific Indonesia dan dua perusahaan kontraktor, PT Sumi Gita Jaya dan PT Green Planet Indonesia, di Duri, Provinsi Riau. Chevron merupakan perusahaan minyak dan gas bumi asal Amerika Serikat.

Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran ICW Firdaus Ilyas pernah menyebut, pada era BP Migas, BPK telah menemukan 28 dugaan penyimpangan dalam pengelolaan migas.

"Ada sebayak 28 dengan nilai kerugian Rp 207,112.380.00 atau USD 137.143.740," ungkap Firdaus.

Kebanyakan, lanjut Firdaus, dari temuan-temuan dugaan penyimpangan tersebut dilakukan dengan modus penggelembungan nilai.

"Yang terbesar itu terjadinya penggelembungan cost recovery atau memarkup," terangnya.

Merdeka.com mencatat beberapa kasus yang menjadi bukti bisnis sektor energi sarang korupsi. Berikut paparannya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini